Notification

×

adsense-BAWAH-HEADER

Iklan

Bio Farma Tunggu Arahan Kemenkes Salurkan Vaksin

Selasa, 09 Maret 2021 | 19:04 WIB Last Updated 2021-03-09T12:04:38Z

ilustrasi


Jakarta, fajarharapan.id - PT Bio Farma (Persero) menunggu instruksi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait penyaluran 1,1 juta vaksin AstraZeneca yang tiba ke Indonesia pada Senin (8/3/2021) sore.


Juru Bicara Vaksinasi dari Bio Farma Bambang Heriyanto menyebut vaksin AstraZeneca itu merupakan vaksin siap pakai untuk program vaksinasi pemerintah. Pihaknya siap mendistribusikan vaksin asal Inggris ini setelah mendapat izin penggunaan darurat atau emergency use authorization dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).


Selain izin BPOM, perusahaan juga menunggu sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).


"Vaksin yang datang siap digunakan, namun untuk penggunaannya tetap harus ada izin penggunaan darurat lebih dulu dari BPOM," jelas Bambang, Senin (8/3/2021) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Bio Farma, lanjutnya, tidak dapat memastikan kapan vaksin hasil kerja sama pengembangan vaksin antara Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan GAVI ini bakal mulai disuntikkan.


"Vaksin AstraZeneca ini dialokasikan untuk penggunaan program vaksinasi pemerintah, untuk pendistribusian menunggu permintaan atau instruksi dari Kemenkes," imbuhnya.


Untuk diketahui, sebanyak 1.113.600 vaksin virus covid-19 jadi asal perusahaan farmasi Inggris AstraZeneca tiba di di Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Senin (8/3) petang. Kedatangan vaksin kali ini tercatat sebagai penerimaan vaksin tahap keenam di Indonesia.


"Pada hari ini Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin AstraZeneca sebesar 1.113.600 vaksin jadi, dengan total berat 4,1 ton yang terdiri dari 11.136 karton," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi dalam tayangan yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (8/3/2021).


Jutaan vaksin didatangkan melalui pesawat KLM Royal Dutch Airlines itu lantas akan dibawa ke kantor PT Bio Farma (persero) di Bandung untuk proses lebih lanjut. Sejauh ini, belum ada penjelasan pemerintah secara detail akan dialokasikan untuk program vaksinasi pemerintah tahapan berapa kedatangan vaksin keenam ini.


Dalam kesempatan menyambut vaksin tersebut, Retno juga memamerkan terpilihnya dirinya sebagai Co-Chair COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group. Selain itu, Pengadaan vaksin melalui skema GAVI sifatnya gratis untuk pemerataan akses negara miskin dan berkembang mendapatkan vaksin Covid-19.


"Yang menarik, semua Co-Chair dari COVAX AMC Engagement Group adalah perempuan. Indonesia, Etiophia, dan Kanada," kata dia. (*)


adsense

×
Berita Terbaru Update