Notification

×

adsense

Iklan

Warga Rusia Buronan Interpol Kabur dari Kantor Imigrasi Bali

Senin, 15 Februari 2021 | 08:36 WIB Last Updated 2021-02-15T01:37:49Z

(foto antara)


Bali, fajarharapan.id- Warga negara asing (WNA) asal Rusia, Andrew Ayer alias Andrei Kovalenka, kabur dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Badung, Bali. Saat keluar dari kantor, ia mengenakan kaus berwarna hitam.


Berdasarkan foto yang diterima detikcom, Andrew bertubuh tinggi sekitar 195 cm dan berkulit putih. Rambutnya berwarna pirang dan ada sedikit rambut di bagian dagunya.


Andrew kabur dari kantor Imigrasi TPI Ngurah Rai pada Kamis (11/2) sekitar pukul 13.20 Wita. Saat itu, Andrew memakai kaus hitam dan sepatu kets warna oranye terang.


“Dia pakai sepatu warna oranye atau sendal warna oranye,” kata Kasi Informasi dan Komunikasi Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, Putu Sudana, saat dihubungi, Minggu (14/2/2021).


Putu menuturkan Andrew sebelumnya telah menjalani hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Kerobokan. Setelah masa hukuman pidana berakhir, yang bersangkutan diserahkan ke Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai pada 3 Februari 2021 untuk dikenai tindakan administrasi keimigrasian pendeportasian dan pengusulan cekal.


Andrew pada 11 Februari 2021 lalu itu rencananya akan dipindahkan dari Ruang Detensi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai ke Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar. Pemindahan dilakukan karena adanya keterbatasan ruang detensi. Saat proses administrasi pemindahan guna memperoleh keterangan, mendata, dan menyiapkan surat penyerahan untuk diambil oleh Interpol, ia mengaku dijenguk oleh istrinya sekitar pukul 13.30 Wita dengan alasan mau mengambil makanan.


“Nah pas kita pindahkan itu kita kan mau ambil sidik jarinya, pada saat mau ambil sidik jarinya itulah dia duduk di pojok, petugasnya duduk di belakang meja, tiba-tiba dia ngomong ‘izin pak istri saya bawa makanan di luar’ tanpa dijawab oleh petugas imigrasi dia sudah menuju keluar,” kata Putu, Minggu (14/2/2021).


Putu mengatakan saat itu petugas tidak sempat menjawab permohonan tersebut karena Andrew sudah berjalan ke luar. Kemudian, Andrew berjalan dengan santai ke arah luar.


Setelah beberapa saat tak kunjung kembali, petugas kemudian mencarinya. Diketahui Andrew sudah tidak ada dan berlari ke luar, dalam CCTV yang terekam di depan ruangan, Andrew langsung berlari saat ke luar ruangan.


“Petugas imigrasi nya mau di belakangnya itu karena terhalang meja, kan mejanya panjang, dia tidak secepat itu bergeraknya, dia keluar dari pintu itu seolah-olah seperti biasa seperti mau keluar mau lihat istri, tapi sampai di luar itu dia baru lari. Setelah menyelinap lewat tembok sedikit langsung dia lari,” ungkap Putu.


Keberadaan Andrew juga sempat terekam CCTV di halaman depan kantor Imigrasi, buron Interpol itu berlari kencang menggunakan kaus berwarna hitam. Putu menyebut petugas tidak menghentikannya karena dikira masyarakat biasa.


“Petugas kita ada, mungkin sama petugas yang di bawah dipikir dia itu pemohon pelayanan publik biasa, artinya di sana kan banyak orang asing dipikirnya seperti pemohon biasa,” ujarnya seperti dikutip detikcom.


Meski Andrew meminta izin untuk mengambil makanan dari istrinya, Putu belum dapat memastikan apakah Andrew kabur dibantu dengan seseorang atau hanya sendiri. Sebab, CCTV di sekitar TKP tidak merekam lebih lanjut. “Itu belum diketahui,” katanya.


Sejatinya Andrew telah selesai menjalani masa pidananya dan akan dideportasi ke negara asalnya Rusia. Namun kini ia kabur dan menjadi buron Interpol.


“Sebenarnya makanya itu kenapa dia lari, mungkin juga takut ke Rusia karena dia di red notice. Masa hukumannya sudah selesai 1,6 bulan biasanya dari pihak lapas warga negara asing menyerahkan ke kantor Imigrasi untuk dideportasi ke negaranya. Mungkin itu analisanya mungkin begitu,” ujarnya.


Kini petugas masih melakukan pencarian terhadap WN Rusia itu. Bagi masyarakat yang melihat Andrew dapat melaporkan keberadaannya ke pejabat humas Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ngurah Rai, Putu Sudana, di nomor 082165055256. (*/dtc)

adsense

×
Berita Terbaru Update