Notification

×

adsense

Iklan

Tersesat di Gunung Singgalang, Empat Pelajar Dievakuasi ke Rumah Sakit

Senin, 22 Februari 2021 | 07:37 WIB Last Updated 2021-02-22T00:37:43Z

Salah seorang survivor memberi keterangan kepada petugas pencarian.(pos basarnas limapuluh kota)

PADANG PANJANG, fajarharapan.id
-- Kurang dari 12 jam setelah mendapat laporan adanya empat pelajar yang tersesat di Gunung Singgalang, Kecamatan X Koto, Tanah Datar Prov. Sumatera Barat, jajaran Basarnas Pos Limapuluh Kota bersama tim gabungan, Senin (22/2) sekira pukul 05.20 WIB, berhasil mengevakuasi keempatnya.


Para survivor itu, menurut Personil Basarnas Pos Limapuluh Kota Juni Fiwalman, diserahkan kepada tim medis dan dievakuasi ke RSUD Padang Panjang untuk pemeriksaan kesehatan.


''Mereka ditemukan dalam keadaan selamat oleh tim gabungan, terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, ORARI, RAPI, relawan, dan masyarakat,'' jelasnya.


Sebelumnya diberitakan, sebanyak empat orang pelajar dari Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, Minggu (21/2) tengah malam, dilaporkan tersesat di Gunung Singgalang, Kecamatan X Koto, Tanah Datar.


Informasi tersesatnya para remaja itu diterima petugas Pos Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Limapuluh Kota, dari salah seorang anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) dan Orari Padang Panjang Ferix Sonanda. Ferix juga merupakan anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana).


Info awal yang dirilis Basarnas Pos Limapuluh koto itu, begitu mendapat laporannya ada pelajar yang tersesat, langsung melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait dan memulai upaya pencarian.


'Izin melaporkan, kondisi menbahayakan manusia. Empat orang tersesat dalam melakukan tracking aie tajun proklamator, Sumatera Barat, yakni Bariq Ramadhan, Danil Hilda, Rafi Adinda, dan Fahri,'' sebut petugas Pos Basarnas Limapuluh Kota, yang direlay dari anggota RAPI Tanah Datar Juni Fiwaldi (JZ 03 KKS) alias Kamba.


Disebutkan, para pelajar yang tersesat itu memulai penelusuran merek ddari Jembatan Batuang Siliang, Kota Padang Panjang. Keempatnya berencana akan keluar dari aie tajun Proklamator, namun hingga berita ini dirilis, mereka belum juga sampai di titik yang direncanakan.


Kawan mereka bernama Samsul pun mulai khawatir, lalu melaporkannya kepada petugas Tagana Ferix Sonanda. Laporan itu kemudian diteruskan ke Pos Basarnas Limapuluh yang juga memiliki tugas Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.


Tahap awal, segera setelah mendapat laporan, tim Basarnas pun menurunkan tim pencarian, di antara koordinator pos Basarnas, R. Pradit, Dika, dan Juni dengan peralatan lengkap, termasuk Alat Pelindung Diri (APD) Covid-19, hingga akhirnya pagi ini para survivor itu berhasil dievakuasi ke rumah sakit.(*)

adsense

×
Berita Terbaru Update