Notification

×

adsense

Iklan

Tangani Kasus Pencabulan Anak, Polres Asahan Ringkus Seorang Guru Ngaji

Rabu, 17 Februari 2021 | 20:45 WIB Last Updated 2021-02-17T13:45:32Z
Kapolres Asahan,AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK didampingi Kasatreskrim AKP Rahmadani memberikan keterangan pers kasus pencabulan anak di bawah umur.


Asahan, fajarharapan.id - Satreskrim Polres Asahan meringkus tiga tersangka pencabulan anak di bawah umur. Ketiga tersangka telah diproses secara hukum dan dijebloskan ke dalam jeruji besi Mapolres Asahan, Sumatera Utara.


Para tersangka melakukan pencabulan secara terpisah ditempat yang berbeda. Petugas Satreskrim Polres Asahan mengamankan ketiganya setelah menerima laporan dari para korban.


Kali pertama petugas mengamankan, tersangka,SS (60) Warga Dusun IV Desa Silau Jawa Kecamatan Bandarpasir Mandoge Asahan. Tersangka diamankan setelah mencabuli anak kandungnya sendiri yang masih di bawah umur.


Awalnya, sekitar bulan Oktober 2020 lalu, korban AS (16) sedang  tidur di depan TV ruang tamu sekira pukul 22.00 Wib. Sedangkan, Siti Aisyah ibu korban sedang berada dalam kamar tidur.


Tersangka langsung menghampiri dan memeluk korban yang sedang tidur. Karena terkejut korban bangun dan berontak melepaskan pelukan tersangka.

 

Melihat itu, tersangka berupaya menenangkan korban dan mengaku tidak akan melakukan apapun. "Sudahla nak, diam ajala. Nggak bapak apa-apa kan kau," ujar tersangka membujuk korban. Seterusnya tersangka tersangka mencabuli anaknya sendiri.


Akhirnya perbuatan bejat ayah badau tersebut terungkap setelah beberapa bulan. Korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Bibinya, R (48).


Kejadian itu langsung dilaporkan ke polisi setelah mendengar cerita korban. Petugas kepolisian akhirnya meringkus tersangka setelah melakukan penyedikan di lapangan.


Kasus ke dua petugas Satreskrim Polres Asahan meringkus, S (48) warga Dusun V Pasar Lembu Kecamatan Airjoman Asahan tersangka pencabulan anak di bawah umur. Tersangka diringkus  setelah mencabuli anak tirinya, Md (16) pelajar kelas 1 SMK.


Peristiwa pencabulan itu terjadi tanggal 8 Oktober 2020 lalu sekira pukul 15.00 Wib. Saat itu korban sedang berada dalam kamar mandi di rumahnya.


Tersangka langsung memanggil korban sembari mengetuk pintu kamar mandi. Korban langsung keluar dari kamar mandi dan bergegas menemui tersangka.


Saat itu tersangka telah berdiri di depan pintu kamar mandi sembari berkata. "Wadah kau mau dibelikan kereta (sepeda motor-red). Mendengar itu korban langsung menjawab, "Maulah Yah, kereta apa yah",tanya korban dengan polos.


Tersangka langsung menarik lengan korban masuk kedalam kamar mandi dan menutup pintunya. Seterusnya tersangka menarik korban dan memeluknya dari belakang. Dengan penuh nafsu tersangka  mencabuli korban, hingga korban merintih kesakitan.


Usai melampiaskan nafsu bejatnya terangka mengancam korban agar tidak menceritakan kepada siapapun. "Jangan kau kasih tahu siapapun.Kau rasakan nanti resikonya dengan keluarga kau," ancam tersangka.


Kelakuan bejat tersangka terbongkar setelah korban menceritakan kejadian yang dialaminya kepada kawan sekolahnya. Oleh kawannya langsung disampaikan kepada guru kelasnya.


Peristiwa itu langsung dilaporkan kepada polisi  guna pengusutan. Polisi akhirnya mengamankan tersangka setelah menerima laporan korban.


Sedangkan ketiganya petugas mengamankan tersangka pencabulan anak di bawah umur. Tersangka, AS (18) Warga Dusun II Desa BangunSari Kecamatan Silau Laut Asahan yang merupakan seorang guru mengaji.


Tersangka dilaporkan setelah mencabuli pacarnya, SK (16) yang juga tetangga dekatnya. Polisi meringkus tersangka setelah menerima laporan dari orang tua korban, Dedi Suherman.


Kejadian itu berawal ketika tersangka mendatangi rumah korban. Saat itu, rumah korban dalam keadaan sepi karena orangtuanya sedang pergi.


Tersangka langsung mengajak korban kedalam kamar tidurnya dengan cara membujuk rayu. Tersangka merayu korban dan berjanji akan bertanggungjawab karena cinta kepada korban.


Perbuatan itu terjadi berulang kali dalam beberapa bulan. Terungkapnya kejadian itu korban mengadukan kejadian yang dialaminya kepada ayahnya.


Oleh orangtua korban langsung melapor ke Mapolres Asahan. Tersangka akhirnya diringkus dan dijebloskan kedalam jeruji besi guna proses hukum.


Kapolres Asahan,AKBP Nugroho Dwi Karyanto Sik didampingi Kasatreskrim,AKP Rahmadani membenarkan peristiwa pencabulan tersebut. "Ya peristiwa pencabulan itu beberapa bulan belakangan. Kita sudah tangani semua kasus pencabulan itu,"ujar Nugroho dalam konfrensi Pers yang digelar dihalaman belakang Mapolres Asahan, Rabu,(17/02-2021).


Menurutnya, para tersangka pencabulan dijerat undang-undang perlindungan anak dan pencabulan. Ancamaan hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. "Secepatanya akam kita proses berkasnya untuk pelimpahan dan disidangkan",ucapnya. (Adha)

adsense

×
Berita Terbaru Update