Notification

×

adsense

Iklan

Satgas Penanggulangan Bencana Lantamak XII Berjibaku Evakuasi Ibu Melahirkan di Tengah Musibah Banjir

Selasa, 09 Februari 2021 | 12:35 WIB Last Updated 2021-02-09T05:35:15Z
Suasana evakuasi korban banjir

Pontianak, fajarharapan.id - Di tengah musibah banjir yang melanda masyarakat Kabupaten Bengkayang, Satgas Banjir Lantamal XII membantu evakuasi seorang ibu yang akan melahirkan dan seorang ibu yang selesai melahirkan di Desa Lesa Bela, Kecamatan Ledo, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.


Wadan Lantamal XII Kolonel Laut (P) Syamsul Rizal, S.H, M.M., didampingi oleh Asops Danlantamal XII Kolonel Laut (P) Rizaldi, S.E., beserta Tim Peninjau dari Lantamal XII yang tengah berada dilokasi terdampak banjir di Desa Lesa Bela Kecamatan Ledo menerima laporan adanya seorang ibu yang akan melahirkan dan segera dievakuasi bernama Lenny Nur Hayati (31 Tahun) dari Dusun Jawa, RT 003 RW 001 Desa Lembang Kecamatan Sanggau Ledo.


Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Kesehatan Terpadu Satgas Penanggulangan Bencana Lantamal XII bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak Puskesmas Desa Ledo untuk mengevakuasi pasien. Proses evakuasi dilaksanakan melalui aliran sungai dari Dusun Tanjung, salah satu titik banjir terparah menuju Desa Lesa Bela, selanjutnya menggunakan mobil ambulance dibawa ke RSUD Bengkayang dalam keadaan selamat selama menjalani proses persalinannya.


Dalam waktu hampir bersamaan, aksi tanggap Satgas Penanggulangan Bencana Lantamal XII kembali mengevakuasi seorang ibu bernama Wika Warni (29 tahun) yang selesai melahirkan anak ke-2 di Puskesmas Ledo. Melalui aliran sungai yang deras dititik banjir, proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu karet serta pengawalan ketat oleh prajurit satgas menuju rumahnya di Dusun Sebakul, Desa Suka Jaya.


Sementara dilokasi berbeda, Satgas Penanggulangan Bencana Lantamal XII bergerak cepat mengevakuasi sekelompok ibu dan anak dari rumah mereka ke tempat penampungan di Desa Lesa Bela Kecamatan Ledo, sedangkan para suami tetap berada di rumah masing-masing menjaga harta benda mereka.

 

"Di Desa Lesa Bela dan beberapa desa lainnya, cukup banyak rumah terendam banjir yang berlangsung lebih dari empat hari dengan ketinggian air bervariasi mulai satu meter hingga empat meter. Kondisi terdampak banjir tersebut begitu memprihatinkan, sehingga membutuhkan kecepatan reaksi dan tanggap segera oleh seluruh komponen termasuk Lantamal XII untuk saling bekerja sama merespon selama terjadinya bencana banjir hingga pasca bencana," ucap Kolonel Samsul Rizal.


Kesiapsiagaan dan aksi tanggap darurat prajurit yang tergabung dalam Satgas Penanggulangan Bencana Lantamal XII menjadi instruksi Komandan Lantamal XII Brigadir Jenderal TNI (Mar) Andi Rukman yang memastikan prajuritnya hadir untuk membantu masyarakat korban banjir sebagaimana direktif langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, S.E, M.M.(har)

adsense

×
Berita Terbaru Update