Notification

×

adsense

Iklan

Program Baru, Nelayan Dapat Uang Pensiun

Sabtu, 06 Februari 2021 | 11:51 WIB Last Updated 2021-02-06T04:51:07Z

ilustrasi (tirto.id)


Jakarta, fajarharapan.id - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono tengah akan meluncurkan program jaminan hari tua atau uang pensiun untuk nelayan. 


Hal tersebut sejalan dengan prioritas capaian Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk memberikan perlindungan dan peningkatan kesejahteraan nelayan.


Namun, pemberlakuan jaminan hari tua untuk nelayan itu akan digulirkan lebih dulu di tiga wilayah pengelolaan perikanan (WPP) di Provinsi Maluku yang rencananya akan dikembangkan sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).


"Nelayan yang bekerja di situ harus memiliki tiga hal yang selalu saya canangkan. Nomor 1 adalah asuransi kecelakaan, nomor 2 asuransi kesehatan, dan tunjangan hari tua. Jadi nelayan dimulai di 3 WPP LIN ini, adalah nelayan yang memiliki pensiun di hari tuanya, saat tidak melaut lagi. Nah ini harus disiapkan," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/2/2021) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Trenggono juga menargetkan adanya transformasi sistem penangkapan ikan dan pengawasan terhadap kapal-kapal perikanan dengan memanfaatkan teknologi informasi. Tujuannya, untuk peningkatan produktivitas nelayan, menjaga kualitas produk, serta menjamin keberlanjutan populasi perikanan di laut Indonesia.


Mengenai program LIN tersebut, Trenggono meminta jajarannya segera melakukan beragam persiapan, mulai dari menghitung ulang potensi perikanan tangkap di tiga WPP di Maluku hingga menyiapkan infrastruktur pendukung operasional pelabuhan perikanan.


"Yang paling penting adalah kesiapan kita dari sektor kelautan dan perikanan. Sebetulnya pelabuhan (yang akan) dibangun oleh Bapak Menteri Perhubungan dan difasilitasi Bapak Gubernur Maluku itu tidak akan menjadi apa-apa, kalau kita tidak segera mengisi ekonomi di dalamnya supaya bergerak," ujarnya.


Persiapan matang dan penerapan tata kelola perikanan yang baik menurutnya akan menarik minat pelaku usaha untuk berinvestasi di kawasan LIN. Bila hal tersebut dapat terwujud, ia optimistis industri perikanan dalam negeri dapat lebih maju.


Ia juga meminta jajarannya rutin berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah. Pasalnya menyadari pengembangan program LIN tersebut penuh dengan tantangan sehingga perlu kerja sama semua pihak.


"Butuh effort yang begitu panjang. Hardware dan software yang harus disiapkan supaya nanti Pak Bahlil (Kepala BKPM) bisa menjual sarana ini, dia bisa bilang kita ikannya bagus-bagus, semuanya sehat dan sarana pengolahannya bagus, silahkan investor datang melakukan industrialisasi di sini," pungkasnya. (*)


adsense

×
Berita Terbaru Update