Notification

×

adsense

Iklan

Pemkab Rembang Tutup Pasar 3 Hari, Ini Alasannya

Kamis, 04 Februari 2021 | 10:53 WIB Last Updated 2021-02-04T03:53:39Z
.


Rembang, fajarharapan.id
– Pihak Pemerintah Kabupaten Rembang memastikan pasar di Kabupaten Rembang pada hari Jum’at besok tetap tutup seperti pekan-pekan sebelumnya, untuk memberikan kesempatan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan.


"Hari Jum’at, pasar tetap tutup," kata Bupati, seusai menggelar rapat koordinasi lintas sektoral di ruang rapat Bupati, Rabu (3/2 2021) sore.


Sedangkan hari Sabtu dan Minggu (06 – 07 Februari 2021), bersamaan dengan kebijakan "2 hari Jawa Tengah Di Rumah Saja" dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Pemkab Rembang tidak menentukan secara tegas, pasar buka atau tutup.


Bupati Rembang, Abdul Hafidz sebatas menyampaikan pedagang kebutuhan pokok tetap diperbolehkan berjualan.


"Yang jualannya bahan pokok boleh, kami tidak mengatakan pasar buka atau tutup. Di mana saja, nggak hanya di pasar. Misal jualan Sembako di rumah," ungkap Bupati.


Sesuai surat edaran Bupati terbaru, pasar buka di hari Sabtu dan Minggu, mulai pukul 06.00 sampai dengan 12.00 Wib. Sedangkan tempat wisata hari Sabtu dan Minggu tutup.


Untuk memperketat pengawasan protokol kesehatan, Bupati menambahkan tidak hanya mengandalkan anggota TNI/Polri dan petugas Satpol PP. Namun Pemkab akan mengerahkan aparatur sipil negara (ASN) untuk membantu.


"Kita kerahkan ASN untuk membantu mengawasi kepatuhan protokol kesehatan masyarakat di tanggal 6 dan 7 Februari itu. Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), seperti pembatasan jam buka pedagang kaki lima (PKL) masih berlaku," terangnya.


Sementara itu, Juru Bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Rembang, Arif Dwi Sulistya menyatakan terkait penyebaran Covid-19, saat ini wilayah Kabupaten Rembang sudah turun dari zona merah menjadi zona orange.


"Hari ini tanggal 03 Februari angka pasien positif aktif 157 orang. Turunnya sangat banyak, jika dibandingkan sebelum PPKM yang mencapai 500 an lebih," urai Arif.


Sejumlah warga menilai kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi hingga daerah, terkesan masih tumpang tindih, karena kondisi antar wilayah berbeda-beda. Termasuk program Jateng 2 Hari Di Rumah Saja, masih memicu kebingungan di tengah masyarakat.


"Saya kok merasa, Pemkab Rembang sendiri juga bingung, soalnya tiap Jum’at pasar kan sudah tutup total. Kalau misalnya ditambah Sabtu dan Minggu tutup juga, dampaknya akan sangat besar. Makanya muncul keputusan pedagang Sembako boleh. Mau bilang tutup, khawatir diprotes masyarakat. Mau bilang boleh buka, nggak enak sama pak Gubernur. Ibaratnya posisi terjepit mas," kata Rohmat, seorang warga di Rembang menyampaikan pendapatnya.


Warga lain, Rosyid mengaku bersyukur Pemkab Rembang tidak menutup total pasar pada hari Sabtu dan Minggu. Meski terkesan mengambang, namun baginya sudah tepat.


"Misal 3 hari tutup total, pasti sebelum atau sesudah waktu itu, kondisi pasar akan membludak, karena warga ingin belanja untuk stok persediaan. Jadi ya sama saja, kerumunan semakin ngeri. Saya usul jangan buat kebijakan yang membingungkan, lebih baik protokol kesehatan diperketat," pungkasnya. (Ag)

adsense

×
Berita Terbaru Update