Notification

×

adsense

Iklan

Muhammadiyah Umumkan 1 Ramadhan 1442 Bertepatan dengan 13 April 2021

Rabu, 10 Februari 2021 | 17:38 WIB Last Updated 2021-02-10T10:38:04Z

.


Padang Panjang, fajarharapan.id - Untuk memudahkan warga Muhammadiyah dalam menunaikan ibadah pada Ramadhan, Syawal, dan Zulhijjah 1442 H ini, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerbitkan maklumat bernomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang penetapan hasil hisab terkait pelaksanaan ibadah pada tiga bulan hijriyah tersebut.


Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Padang Panjang Batipuh X Koto (Pabasko) Indramadi menjelaskan, maklumat itu menetapkan awal Ramadhan, Idul Fitri, dan Idul Adha 1442 H yang dilakukan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal, dilakukan tim Majlis Tarjih dan Tajdid.


‘’Pada 1 Ramadhan 1442 H jatuh pada Selasa 13 April 2021 M, 1 Syawal 1442 H bertepatan dengan Kamis 13 Mei 2021 M, dan Idul Adha bertepatan dengan Selasa, 20 Juli 2021 M,’’ jelas Indramadi.


Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir dalam rilisnya menjelaskan, dalam menentukan hari-hari penting menyangkut pelaksanaan ibadah dalam Islam, Muhammadiyah menggunakan merode hisab. Hal serupa juga dilakukan untuk menetapkan jadwal waktu shalat, gerhana, dan arah kiblat.


‘’Perhitungan waktu dan arah tersebut dilakukan dengan perhitungan terhadap posisi-posisi geometris benda-benda langit, khususnya matahari, bulan, dan bumi yang digunakan untuk menentukan waktu-waktu dan arah di muka bumi,’’ jelasnya.


Dikatakan, pengkajian geometris itu merupakan bagian dari peradaban Islam yang disebut dengan ilmu haiah atau astronomi, yang kemudian populer dengan sebutan ilmu falak. Ilmu ini, jelasnya, jauh lebih luas dari sekadar mempelajari posisi geometris benda langit untuk tujuan praktis seperti penentuan waktu.


Ilmu falak syar’i, imbuhnya, terkadang disebut pula dengan ilmu hisab. Hanya saja penamaan dengan ilmu hisab ini populer di kalangan ahli fikih. Sesungguhnya, tegas dia, ilmu hisab bukan ilmu falak melainkan adalah ilmu hitung atau aritmetika, yaitu suatu cabang pengetahuan yang mengkaji tentang bilangan serta penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.


‘’Hisab yang digunakan Muhammadiyah adalah hisab wujud al-hilal, yakni metode menetapkan awal bulan baru yang menegaskan, bulan Qamariah baru dimulai apabila telah terpenuhinya tiga parameter, yakni telah terjadi konjungsi atau ijtimak, ijtimak itu terjadi sebelum matahari terbenam, dan pada saat matahari terbenam bulan berada di aras ufuk,’’ jelasnya.(Musriadi Musanif)

adsense

×
Berita Terbaru Update