Notification

×

adsense

Iklan

Memonitor Aksi Satpol PP Wanita di Kota Padang Panjang

Sabtu, 13 Februari 2021 | 08:31 WIB Last Updated 2021-02-13T01:31:41Z

Seorang anggota Satpol PP wanita, sedang melakukan pengamanan di masjid ketika kaum lelaki menunaikan Shalat Jumat.(kominfo pp)

PADANG PANJANG, fajarharapan.id
-- Kota Serambi Mekah, itulah julukan yang disematkan kepada sebuah kota kecil di jantung Sumatera Barat: Kota Padang Panjang.


Benar. Sejak dulu, julukan yang mencerminkan suasana islami warga kotanya itu, sudah disandang. Bermula dari banyaknya santri yang ingin mendalami pendidikan Islam ke berbagai pondok pesantren, di antaranya Perguruan Diniyyah Puteri, Perguruan Thawalib, Perguruan Muhammadiyah Kauman.


Ketiga perguruan Islam itu, sudah lebih dari satu abad menjadi'tiga tonggak utama dalam pengkajian dan pengembangan pendidikan keagamaan. Hingga kini, mereka masih eksis melakukan pembejalaran untuk generasi muda, berdatangan dari berbagai kota di Indonesia dan mancanegara. Untuk hal ini, belum banyak bedanya dari dahulu.


Mempertahankan sesuatu yang sudah diraih, memang tidak semudah meraihnya. Hal serupa juga berlaku untuk julukan Kota Serambi Mekah bagi Kota Padang Panjang. Kendati begitu, selagi ada niat, maka banyak pula jalan keluar yang didapat dalam mempertahankannya.


Di tengah derasnya arus untuk mempertahankan dan meningkatkan posisi Padang Panjang sebagai Kota Serambi Mekah itu, Pemko Padang Panjang melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dipunyai, terlihat juga bekerja keras, di antaranya melalui Satuan Polisi Pamong Praja atau populer dengan sebutan Satpol PP.


Khusus untuk Hari Jumat, institusi penegak Peraturan Daerah itu punya gerakan inovatif. Namanya Salimah, singkatan dari Satpol PP Muslimah. Apa yang mereka lakukan pada hari yang kebetulan juga menjadi hari pasar utama di kota itu?


''Assalamualaikum, kami imbau kepada seluruh kaum muslimin yang berada di sekitar Pasar Pusat Padang Panjang, segeralah ke masjid untuk menunaikan Shalat Jumat.'' Begitu bunyi himbauan melalui pengeras suara pada kendaraan operasional Satpol PP. Mereka semua perempuan. Regu Puteri, begitu sering disebut.


Kepala Satpol PP Padang Panjang Albert Dwitra menjelaskan, mobil patroli Satpol PP Regu Puteri itu berkeliling kota. Prioritasnya memang seputaran pasar yang sedang ramai-ramainya, antara pukul 10.00-12.00 WIB tersebut. Mereka mengingatkan para pengunjung pasar laki-laki, agar segera meninggalkan aktifitas di pasar dan bersegera ke masjid untuk menunaikan Shalat Jumat.


Selain menghimbau untuk bergegas ke masjid karena waktu shalat sudah hampir masuk, Salimah juga melakukan pengamanan di seputaran masjid, terutama masjid-masjid yang terletak di pusat keramaian, jalan protokol, dan masjid yang jauh dari keramaian. Hal itu dilakukan, imbuhnya, sebagai upaya memberi rasa aman dan nyaman bagi jamaah.


Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Padang Panjang H. Ampera Salim, Salimah adalah inovasi kerja di lingkup Satpol PP Damkar, sebagai pengembangan dari Satpol PP Syariah yang sudah eksis sejak 2009 silam.


''Seingat kami, Satpol PP Padang Panjang adalah yang pertama menggerakkan Satpol PP Syariah di Sumatera Barat, yang kemudian berkembang menjadi Salimah. Sudah banyak daerah-daerah lain yang melakukan studi banding ke sini,'' jelasnya.


Buah kerja dari himbauan Salimah itu, masjid pun jadi sangat ramai oleh jamaah. Sementara pasar-pasar terlihat sepi dari lalu lalang kaum lelaki. Sederhana dan kecil, tapi usaha Salimah itu sangat berarti untuk mensyiarkan Islam di Padang Panjang. Syiar Islam, bagian terpenting dari usaha mempertahankan julukan Serambi Mekah yang disandang kota yang dikenal dengan kesejukan udaranya tersebut.(*)

adsense

×
Berita Terbaru Update