Notification

×

adsense

Iklan

Komentar Kapolres Rembang dan Kades Pragu Terkait Pembunuhan Turusgede

Senin, 08 Februari 2021 | 12:00 WIB Last Updated 2021-02-08T05:00:22Z
Kurniawan Tandi Rongre.


Rembang, fajarharapan.id - Sepanjang hari Minggu (7/2/2021) tersebar kabar bahwa pelaku kasus pembunuhan 1 keluarga di Desa Turusgede, Rembang telah tertangkap.


Kapolres Rembang, AKBP Kurniawan Tandi Rongre ketika dikonfirmasi, Senin (8/2/2021) siang meminta masyarakat untuk bersabar, karena masih dalam proses penyelidikan.


"Sabar ya mas, yang pasti akan kami sampaikan kalau sudah ada perkembangan. Nanti semua pasti disampaikan," kata Rongre melalui pesan WhatsApp.


Terkait informasi adanya seorang warga Desa Pragu, Kecamatan Sulang yang diperiksa di Mapolres Rembang, karena sebelum kejadian sempat datang ke kediaman korban pembunuhan, Almarhum Anom Subekti.


Sementara itu Kepala Desa Pragu, Ahmad Subhan menjelaskan warganya datang ke rumah Anom Subekti di Desa Turusgede, pada hari Rabu (03/02/2021) untuk keperluan memesan gong.


"Pesan gong bukan untuk sendiri, tapi untuk group campursari, buat kegiatan kepemudaan desa sini. Soalnya dapat dana aspirasi dari anggota dewan," tuturnya.


Pasca kejadian pembunuhan, warganya yang berprofesi sebagai seniman penabuh gamelan tersebut ditelefon Danang, salah satu putera Almarhum Anom Subekti, untuk datang ke Turusgede akan dimintai keterangan oleh aparat kepolisian.


Informasi yang diterima pihak desa, saat akan berangkat ke Turusgede siang hari, warganya itu sedang tidak enak badan dan sakit perut. Di tengah jalan, antara Desa Kedungrejo dengan Dusun Bagel Desa Mondoteko singgah ke kebun tebu, yang bersangkutan buang air besar. Ketika akan bersih-bersih di selokan pinggir jalan, justru terpeselet dan terjatuh.


Setelah itu ditolong warga Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang yang kebetulan melintas. Selanjutnya diantar pulang menuju Desa Pragu. Karena lama tidak kunjung tiba di Turusgede, Jum’at malam menjelang Isya’, akhirnya dijemput aparat polisi.


"Info yang saya terima sudah dipanggil, datangnya kok lambat gitu. Tapi siangnya ada alasan terjatuh di kalenan (parit -red), habis buang air besar. Saya nggak tahu kebenarannya seperti apa. Orang Kaliombo yang nolong juga sudah diminta polisi menunjukkan lokasinya," kata Kades.


Usai dijemput, polisi menggeledah rumah warganya tersebut. Tahap pertama pada Sabtu malam, polisi membawa sepeda motor, pakaian dan sepatu boot dari dalam rumah warganya. Penggeledahan dilanjutkan Minggu (7/2/2021) kemarin,sekira pukul 10.00 Wib, untuk mencari bukti tambahan.


"Saya sebatas mendampingi saja, yang saya tahu pada waktu penggeledahan tahap kedua tadi, HP milik isterinya dibawa polisi," imbuhnya.


Namun Subhan mengungkapkan pihaknya sampai Minggu sore, belum mengetahui status warganya itu, apakah sebatas menjadi saksi atau sudah ditetapkan sebagai tersangka. Tiap ada warga yang bertanya, ia menjawab tunggu saja informasi resmi dari Polres Rembang.


"Kan ada asas praduga tidak bersalah, yang saya tahu warga saya ini ya orangnya baik, kalem, nggak neko-neko. Do’akan yang terbaik saja," pungkasnya menyudahi. (Ag)

adsense

×
Berita Terbaru Update