Notification

×

adsense

Iklan

Hujan Deras, Rumah Warga Kampung Mberu-Pota Tergenang Air

Sabtu, 06 Februari 2021 | 12:27 WIB Last Updated 2021-02-06T05:27:57Z

 Hujan Deras, Rumah Warga Kampung Mberu-Pota Tergenang Air


Manggarai Timur, fajarharapan.id - Hujan deras yang disertai angin kencang hingga saat ini masih terjadi di wilayah Kodim 1612/Manggarai tidak terkecuali di wilayah Koramil 1612-05/Elar, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai timur. 

Kondisi geografis wilayah Kecamatan Sambi Rampas yang berada di dataran rendah serta berada di pesisir pantai membuat wilayah ini rawan terjadi bencana banjir dan gelombang air laut, terlebih saat musim penghujan seperti bulan-bulan ini. Sabtu (6/2/2021)


Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi di wilayah Kecamatan Sambi Rampas dan sekitarnya selama semalam mengakibatkan luapan air di slokan-selokan, tak hayal rumah wargapun tergenang air, dari pantauan di lapangan setidaknya 9 rumah milik warga perkampungan Mberu, pasar Inpres Pota, Sekolah Madrasah Ibtidaiyah 3 Matim,  dan persawahan di Desa Nanga Mbaur sekitar 4 hektar terendam air. Rata-rata ketinggian air berkisar 20cm sampai 50cm atau setinggi betis dan lutut orang dewasa.


15 perseonel Koramil 1612-05/Elar melakukan evakuasi barang-barang milik warga yang terendam air seperti barang elektronik, kasur-bantal dan barang-barang berharga lainnya.

Selain membantu warga, anggota Koramil 05/Elar bersama warga setempat bergotong royong membersihkan selokan air yang tertimbun tanah dan tersumbat. Kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa namun kerugian warga ditaksir sekitar ratusan juta rupiah. Hingga berita ini ditulis siang hari luapan air terpantau berangsur surut.


Komandan Kodim 1612/Manggarai (Dandim) Letkol Kav Ivan Alfa, S. Sos. ditempat terpisah memberikan pesan kepada seluruh warga Manggarai Raya agar meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati saat musim penghujan seperti ini, lebih peka terhadap keadaan lingkungan sekitar, terutama warga yang berada di daerah-daerah rawan tanah longsor, rawan banjir dan pohon tumbang.

"Wilayah Manggarai Raya pada umumnya memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup besar seperti tanah longsor, banjir, angin puting beliung, untuk itu kami menghimbau  kepada warga agar waspada dan berhati-hati setiap melakukan aktivitas, terutama pada saat melintas daerah rawan bencana, pintanya.

Dandim menambahkan agar warga senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, serta selalu memohon pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar terhindar dari musibah dan bencana, tutupnya.


Pjs. Danramil 05/Elar Pelda M. Ramadhan dalam kesempatan itu mengatakan luapan air selain karena tingginya intensitas curah hujan, hal tersebut diperparah dengan adanya beberapa selokan air yang tersumbat dan dangkal akibat tertimbun tanah, selain itu Danramil mengatakan kurangnya Drainase membuat air cepat meluap. 

Danramil meminta agar warga menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah disembarang tempat terutama di selokan-selokan.

“Kami kembali menghimbau dan mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan, jangan membuang sampah disembarang tempat apalagi kita saat ini menghadapi musim penghujan, dampaknya akan sangat besar seperti banjir, untuk itu warga harus sadar akan hal itu”, imbuhnya. (alwi/m@s)

adsense

×
Berita Terbaru Update