Notification

×

adsense

Iklan

4,6 Juta Vaksin AstraZeneca Datang Akhir Februari

Sabtu, 20 Februari 2021 | 18:43 WIB Last Updated 2021-02-20T11:43:34Z

ilustrasi


Jakarta, fajarharapan.id - Presiden Joko Widodo mengatakan, sebanyak 4,6 juta vaksin covid-19 dari AstraZeneca akan datang ke Indonesia pada akhir Februari atau awal Maret 2021.


"Tadi pagi saya mendapatkan kabar bahwa 4,6 juta vaksin dari AstraZeneca akan datang pada akhir bulan atau awal bulan depan ini," ucap Jokowi dalam video resmi, dikutip Sabtu (20/2/2021).


Jokowi menyatakan, pihaknya belum memutuskan skema distribusi vaksin AstraZeneca. Hal ini masih dalam proses pembicaraan di Kementerian Kesehatan.


"Apakah dikhususkan untuk provinsi sendiri, jadi pengelolaan lebih mudah misalnya AstraZeneca khusus di provinsi tertentu," kata Jokowi sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Ia menyatakan, skema penyuntikan vaksin AstraZeneca berbeda dengan Sinovac. Perbedaan waktu untuk suntikan vaksin pertama dan kedua AstraZeneca antara satu bulan sampai dua bulan.


"Kalau Sinovac itu dua minggu," imbuh Jokowi.


Ia menyebut sebelumnya 3 juta vaksin covid-19 asal China, Sinovac sudah datang pada tahap pertama. Vaksin itu diberikan untuk tenaga kesehatan.


Lalu, sebanyak 7 juta vaksin akan didistribusikan untuk pelayan publik, seperti TNI, Polri, wartawan, industri jasa keuangan, dan pekerja lainnya yang banyak berinteraksi dengan masyarakat.


"Kemudian awal Maret 2020 keluar lagi 11 juta vaksin, ini vaksin yang sama kami teruskan terlebih dahulu dan juga yang prioritas lansia," ucap Jokowi.


Secara keseluruhan, Jokowi menyebut Indonesia sudah mendapatkan komitmen vaksin sebanyak 426 juta. Namun, itu baru komitmen awal dan masih harus terus dikejar oleh pemerintah.


"Karena rebutan 215 negara, jadi bukan suatu yang mudah, kadang saya harus telepon presidennya, saya telepon, tapi pemegang otoritasnya kesehatan," pungkas Jokowi. (*)



adsense

×
Berita Terbaru Update