Notification

×

Horizontal

Iklan

Cegah Rabies, Dinas Pertanian Agam Siapkan 500 Vaksin

Kamis, 07 Januari 2021 | 21:46 WIB Last Updated 2021-01-07T14:46:17Z

ilustrasi


Lubuk Basung, fajarharapan.id – Kasus gigitan Hewan Pembawa Rabies (HPR) di Agam cukup tinggi sepanjang 2020. Kasus gigitan didominasi anjing dan kucing. 


Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pertanian Agam, Arif Restu kepada fajarsumbar.com, Kamis (7/1).


Disebutkan, sepanjang tahun 2020 ditemukan 223 gigitan. Untuk mencegah berjangkitnya rabies itu Dinas Pertanian menyiapkan 500 vaksin.


“Kami mengimbau pada masyarakat yang mempunyai hewan peliharaan, untuk memvaksinny sebab hean itu berpotensi membawa rabies.” tuturnya.


Ia menjelaskan, melihat dari kasus yang ada, kasus gigitan hewan pembawa rabies tertinggi didominasi anjing dan kucing. Hal ini berdasarkan hasil laboratorium, delapan HPR positif rabies.


“Penekanan kasus rabies ini berkat tingginya kesadaran masyarakat, melapor dengan cepat setiap ada kasus gigitan, maka penyakit rabies itu bisa dengan cepat diatasi,” katanya.


Hewan pembawa rabies seperti, kucing, anjing, kera, monyet, musang dan ada beberapa jenis lainnya.


Arif Restu menambahkan untuk vaksinasi hewan peliharaan  bisa dilakukan di Puskeswan atau menyesuaikan dengan jadwal dari petugas yang dilakukan di jorong.


Ia mengimbau masyarakat lebih proaktif memelihara hewan dengan tertib, serta mengkandangkannya agar tidak membahayakan orang lain.


Sementara itu, Kabid Keswan dan Kesmavet Drh. Farid Muslim menjelaskan, jika terjadi gigitan dari HPR, maka langkah yang harus dilakukan adalah mencuci luka gigitan dengan sabun atau detergen selama 10-15 menit dengan air mengalir.


Kemudian luka itu diberi antiseptik dan dibawa ke Puskesmas atau dokter terdekat, untuk mendapatkan pengobatan sementara sembari menunggu hasil observasi HPR yang menggigit.


“Segera laporkan kejadian gigitan HPR kepada petugas peternakan atau puskeswan terdekat,” pintanya. (Yanto)

adsense

×
Berita Terbaru Update