Notification

×

adsense

Iklan

Berwudhuk di Sungai Warga Pasbar Diseret Buaya di Batang Sikabau

Minggu, 17 Januari 2021 | 20:00 WIB Last Updated 2021-01-17T23:17:29Z

Tim Reaksi Cepat BPBD Pasar saat mencari korban.


Pasbar, fajarharapan.id -  Rusdi (40) warga Kampung Joring Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat dilaporkan hilang usai diseret seekor buaya di Sungai Batang Sikabau, Minggu 17/1/2021 sekira pukul 13.00 WIB


Diduga seekor buaya menyeret (gigit) korban yang tengah berwudhuk di Sungai Batang Sikabau arah Divisi 4 PT  BPP Nagari Koto Balingka.

 

"Korban diketahui bernama Rusdi (40) warga Kampung Joring Jorong Koto Sawah, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Koto Balingka, Pasaman Barat. Korban diseret Buaya itu ke dalam sungai saat tengah berwudhu untuk shalat zhuhur sekitar pukul 13.00 WIB tadi," terang Kuria Sakti Staf BPBD Pasaman Barat, Minggu sore (17/1/2021).


Saat ini kata dia Tim TRC BPBD, Basarnas dan bersama  masyarakat setempat mulai melakukan penyisiran di TKP sekitar Sungai Batang Sikabau untuk melakukan pencarian terhadap korban.


"Diduga waktu kejadian, Rusdi warga Kampung Joring, Ujung Gading, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, sedang wudhu di sungai, Pukul 14.30 Wib," katanya" jelas Kuria Sakti


Sementara Kepala Badan SAR pos Pasaman Zulfahmi menjelaskan. "Badan SAR menerima laporan peristiwa itu  pada pukul 15.00,  laporan dari staf BPBD Pasbar  Kuria Sakti nomor HP 082387122300 bahwa telah terjadi satu orang warga diseret buaya dan hilang ke dalam sungai," jelas Zulfahmi.


"Sampai sekarang kita masih melakukan upaya pencarian telah dilakukan oleh pihak Tim Reaksi Cepat (TRC), dan masyarakat, jarak dari pos lebih kurang 40 km garis lurus dengan derajat 294° pada koordinat perkiraan LKP 0° 15' 57,91" N99° 33' 11.99" E dengan waktu tempuh dari pos lebih kurang 3 jam. Semoga korban bisa ditemukan secepatnya dalam keadaan selamat, " ungkapnya


Dari Basarnas Pos Pasaman sendiri kata Zulfahmi menurunkan satu regu dengan kekuatan 6 orang.


"Kemudian juga dibantu oleh sejumlah personil BPBD, masyarakat dan pihak Nagari serta Kecamatan termasuk Babinsa maupun Babinkantibmas," katanya.


Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan pihak Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk turut serta melakukan pencarian terhadap korban.


"Kami turunkan satu unit alat perahu karet serta peralatan pendukung lainnya untuk proses pencarian. Kita harapkan korban bisa secepatnya ditemukan dan tidak ada halangan yang melintang hendaknya dilapangan," katanya. (By roni)

adsense

×
Berita Terbaru Update