Notification

×

Horizontal

Iklan

Selama 2020 Polres Agam Berhasil Tuntaskan 176 Kasus

Kamis, 31 Desember 2020 | 08:02 WIB Last Updated 2020-12-31T01:02:04Z
Kapolres Agam menyampaian capaian hasil kerja selama tahun 2020.


Lubuk Basung, fajarharapan.id - Kepolisian Resor (Polres) Agam, Sumatera Barat mencatat 233 kasus dari berbagai jenis pelanggaran hukum selama 2020. Sebanyak 176 kasus berhasil diselesaikan. 


Dari 176 kasus tersebut terdapat 4 kasus yang menonjol. sementara sisanya masih dalam proses penyelesaian.


Hal itu dikatakan Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan kepada awak media, Rabu (30/12/2010). "Dari 233 perkara yang masuk ke Polres Agam, 176 berhasil kita tuntaskan, dari 176 kasus tersebut ada 4 kasus yang menjadi perhatian khusus," katanya, saat penyampaian hasil kerja selama 2020 di Aula Wibisono Polres Agam di Lubuk Basung.


Empat kasus itu berupa perkara penembakan dengan menggunakan senjata api rakitan di Batu Hampar, Kecamatan Lubuk Basung dengan tersangka empat orang pada 1 Januari 2020.


Setelah itu, dua perkara pembunuhan kakak oleh adik di wilayah hukum Polsek Palembayan dan pembunuhan suami oleh istri di wilayah hukum Polsek Ampek Nagari.


Pengungkapan kasus terhadap eksploitasi seksual terhadap anak sebanyak dua kasus dan penanganan perkara melibatkan anak dan perempuan di Unit PPA Polres Agam pada 2020 sebanyak 29 kasus, selesai 20 kasus dan tunggakan sembilan kasus.


"Pada 2019 laporan 30 kasus, selesai 29 kasus dan satu kasus tunggakan. Kasus itu kekerasan pada anak, rumah tangga dan pelecehan seksual," katanya.


Ia menambahkan, kasus menonjol lainnya berupa enam perkara di Unit Tipidter Polres Agam dan dua diantaranya tentang kejahatan terhadap satwa dilindungi.


Kasus lainnya pengungkapan kasus pencurian sepeda motor sebanyak enam kasus dari 25 perkara yang dilaporkan.


"Pada tahun sebelumnya sebanyak 25 laporan kasus pencurian sepeda motor dan dua kasus baru di selesai," katanya.


Kapolres Agam juga mengungkap 39 kasus penyalahgunaan narkotika selama 2020 dan selesai baru 35 kasus. Untuk empat kasus lainnya sedang dalam proses.


Juga  tahun 2020 mengungkap kasus terbesar narkoba  untuk wilayah hukum Polres Agam yaitu 2 ons sabu dan 100 butir ektasi.


Pada 2019, berhasil mengungkap 37 kasus penyalahgunaan narkotika atau meningkat dua kasus.


Kapolres Agam itu juga menegaskan, mulai 31 Desember sampai 3 Januari 2021 seluruh kawasan objek wisata, atau tempat yang berpotensi menimbulkan kerumunan massa ditutup, sesuai dengan edaran gubernur tanggal 29 Desember 2020 kemarin.


Jadi mulai besok Kapolres Agam akan koordinasi  dengan pemerintah daerah, pengelola tempat wisata untuk menutup sampai tanggal 3 Januari 2021 dan juga sudah dikordinasikan dengan pihak hotel untuk tidak membuat acara penyambutan tahun baru. (Yanto)

×
Berita Terbaru Update