Notification

×

Horizontal

Iklan

Januari 2021 Menkes Targetkan Distribusi Vaksin ke 34 Provinsi

Kamis, 31 Desember 2020 | 19:24 WIB Last Updated 2020-12-31T12:24:42Z

ilustrasi


Jakarta, fajarharapan.id - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan vaksin Sinovac sudah bisa didistribusikan ke 34 provinsi di Indonesia pada Januari 2021. Ia berujar pada waktu tersebut program vaksinasi nasional bisa dilakukan untuk para tenaga kesehatan.


"Insyaallah dengan doa seluruh rakyat Indonesia, kami harapkan sebelum rakyat Indonesia kembali masuk bekerja di bulan Januari, Insya Allah vaksin sudah bisa kita distribusikan ke 34 provinsi Indonesia untuk kita bisa mulai program vaksinasi bagi para tenaga kesehatan," ujar Budi, Kamis (31/12/2020).


Hal itu disampaikan Budi setelah pemerintah Indonesia secara resmi menerima 1,8 juta dosis vaksin Sinovac. Jumlah itu merupakan pengiriman batch kedua setelah sebelumnya pemerintah sudah lebih dulu mengamankan 1,2 juta dosis vaksin Sinovac.


Budi mengatakan program vaksinasi merupakan salah satu strategi utama dalam menyelesaikan masalah pandemi Covid-19. Untuk itu, ia meminta seluruh masyarakat Indonesia mendukung program vaksinasi nasional.


"Mudah-mudahan apa yang kita lakukan di sini bisa diikuti, dikerjasamakan, didukung oleh seluruh rakyat. Karena tak mungkin pemerintah melakukan ini sendiri. Saya percaya bersama kita bisa," imbuhnya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Diketahui, terdapat enam kelompok prioritas penerima vaksin Covid-19 yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi.


Tenaga kesehatan bersama dengan TNI/Polri dan petugas pelayanan publik berada di posisi pertama penerima vaksin Covid-19.


Pemerintah akan memantau distribusi vaksin corona secara online. Sistem pemantauan distribusi secara daring tersebut meniru sistem yang digunakan ojek online.


"Ini kami tiru banyak start-up, Gojek dan Grab sudah bisa melakukan ini dan kami tiru mereka," ujar Budi dalam rapat dengan Komisi IX, Kamis (10/12/2020).


Ia menjelaskan monitoring online itu akan meliputi seluruh proses pengiriman, mulai dari gudang penyimpanan vaksin hingga distribusinya kepada titik logistik setiap provinsi dan kota/kabupaten hingga klinik dan rumah sakit (RS).


"Kami melakukan sistem online monitoring untuk suhu, untuk pembukaan pintu, karena ini barang berharga. Lalu, ada alur perjalanan juga kami monitor online, kalau truk dibuka kami tahu, isi bensinnya kami tahu," paparnya. (*)


adsense

×
Berita Terbaru Update