Notification

×

Horizontal

Iklan


Hari Ini Vaksin Sinovac Tahap 2 Tiba di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 31 Desember 2020 | 12:55 WIB Last Updated 2020-12-31T05:55:57Z

ilustrasi


Jakarta, fajarharapan.id - Indonesia kembali kedatangan vaksin Sinovac pada Kamis (31/12/2020). Vaksin tahap kedua ini tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten.


Berdasarkan video yang diputar dari akun Youtube Sekretariat Presiden, terpantau bahwa pesawat yang mengangkut vaksin dari perusahaan asal China itu telah mendarat di Bandara Soetta.


Tampak pula beberapa boks putih bertuliskan envirotainer telah diturunkan dari pesawat Boeing, untuk kemudian dibawa menggunakan mobil pengangkut ke area bandara.


Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan melakukan vaksinasi Covid-19 terhadap 181 juta orang untuk mencapai herd immunity.


Dengan memperhitungkan dua dosis vaksin untuk satu orang, serta mengikuti guide line WHO agar disiapkan cadangan sebanyak 15 persen, maka Indonesia membutuhkan sebanyak 426 juta dosis vaksin.


Penyediaan vaksin tersebut, kata Budi, tak hanya berasal dari satu produsen, melainkan dari empat perusahaan berbeda. Langkah itu ditempuh untuk memastikan suplai vaksin tidak terhambat.


Budi memaparkan Indonesia akan membeli100 juta dosis dari Sinovac, China, 100 juta dosis dari Novavax, Kanada; 100 juta dosis dari AstraZeneca, Inggris; dan 100 juta dosis dari perusahaan gabungan Jerman-AS, Pfizer sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Budi juga menyebut Indonesia kemungkinan mendapat sekitar 16 juta dosis vaksin gratis dari Gavi, institusi yang bergerak di bawah WHO. Namun rencana itu belum mencapai kata final hingga saat ini.


Tampak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memantau proses pemindahan tersebut. Hingga saat ini proses pemindahan masih terus berlangsung.


Ini merupakan kloter kedua vaksin Sinovac yang datang ke dalam negeri setelah sebelumnya sebanyak 1,2 juta dosis vaksin tiba lebih dulu pada Minggu (6/12/2020).


Hingga saat ini, vaksin tersebut masih dalam proses untuk mendapatkan Izin Edar atau persetujuan penggunaan pada masa darurat (emergency use authorization/ EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (*)


Adsense

×
Berita Terbaru Update