Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Vaksin Merah Putih Diproduksi Desember 2021

Kamis, 19 November 2020 | 06:00 WIB Last Updated 2020-11-19T01:08:07Z
ilustrasi vaksin covid 19


Jakarta, fajarharapan.id - Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN, Ali Ghufron Mukti, mengatakan vaksin Merah Putih buatan LBM Eijkman ditargetkan akan diproduksi pada Desember 2021.


Ali menjelaskan persiapan vaksin Covid-19 memerlukan proses panjang agar keamanan dan efektivitasnya bisa teruji.


"Vaksin ini kan tidak mudah, prosesnya panjang untuk keamanan dan keefektifan perlu diperhatikan, untuk vaksin merah putih ini kami harap sudah bisa diproduksi pada Desember 2021," kata Ali dalam 'Dialog Produktif: Vaksin dan Kesehatan Pembangunan Indonesia' di Youtube Kemenkominfo, Rabu (18/11/2020) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Pernyataan serupa juga disampaikan Deputi Fundamental Riset Eijkman Institut, Herawati Sudoyo. Ia mengatakan vaksin Merah Putih penggunaannya bertujuan untuk jangka panjang, sehingga membutuhkan proses lama sampai bisa digunakan.


Vaksin Merah Putih sendiri baru bisa diberikan pada awal 2021 untuk dilakukan tahapan uji klinis. Saat ini, proses pengembangan vaksin merah putih masih dalam tahap pembuatan di laboratorium.


"Menurut saya vaksin Merah Putih sebenarnya vaksin jangka panjang, dan kemungkinan kita baru akan memberikan vaksin itu paling tidak awal 2021, perkembangan laporan lab terus kami laporkan," ucapnya.


"Kita ingin vaksin manjur dan aman, kemungkinan target kita [produksi] baru akhir 2021," imbuh Herawati.


Sementara itu, Kepala BPOM Penny Lukito pernah mengatakan bahwa emergency use authorization (EUA) Vaksin Merah Putih diperkirakan keluar pada akhir 2021.


Menurutnya, EUA baru keluar setelah pelaksanaan identifikasi antigen, pembuatan seed virus, prototipe vaksin, lalu di tahapan akhir uji praklinik, dan uji klinik dilakukan


"Nanti setelah mendapatkan data, dalam 20 hari kerja bisa mendapatkan izin EUA untuk komersialisasi, ini diperkirakan pada quarter IV 2021," ucap Penny dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Selasa (17/11).


Tak Terburu-buru

Di tempat terpisah, anggota Komisi IX DPR RI Muchamad Nabil Haroen meminta pengadaan vaksin virus corona atau Covid-19 tidak dilakukan secara terburu-buru.


Menurutnya, pengadaan vaksin Covid-19 hrus dilakukan lewat prosedur yang jelas agar mendapatkan hasil yang maksimal dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat.


"Jangan sampai terburu-buru, tapi hasilnya tidak maksimal atau bahkan membahayakan. Maka, sebaiknya taati prosedur, kita dukung itu," kata Nabil, Rabu (18/11/2020).


Dia mengatakan, langkah mempercepat pengadaan vaksin Covid-19 boleh saja dilakukan. Namun, tidak boleh sampai merusak kualitas vaksin Covid-19.


"Prosedur medis harus sesuai dengan kaidahnya, dengan alurnya. Kita dukung apa yang menjadi ketetapan, untuk kebaikan bersama," tutur Nabil.


"Ikuti prosedur. Saya menghormati kebijakan dan mendukung prosedur agar sesuai dengan yang ada, dengan tujuan health and safety," imbuhnya.


Nabil juga menyatakan mendukung Kepala BPOM Penny Lukito yang menyatakan rencana vaksin Covid-19 yang ditargetkan Desember tertunda dan bakal mundur ke Januari 2021 karena EUA atau izin yang dikeluarkan untuk kepentingan mendesak tak mungkin diberikan di akhir tahun ini.


Lebih lanjut, Nabil meminta pemerintah bergerak di level diplomasi internasional dengan memperkuat kerja sama internasional dalam proses pengadaan vaksin Covid-19.


"Pandemi ini kan juga terkait diplomasi dalam pengadaan vaksin dan alat kesehatan. Di sisi lain, di kawasan Asia Tenggara kita bisa bergerak lebih jauh untuk menguatkan industri makanan dan agrikultur kita, bisa pason buah, sayur ke Singappura, juga rempah dan obat tradisional ke berbagai negara lain," tuturnya.


Sebelumnya, Jokowi menuturkan bahwa penyuntikan vaksin Covid-19 baru dapat dilakukan pada akhir tahun ini atau awal tahun depan. Target ini mundur dari prediksi semula vaksinasi pada Desember 2020. (*)


×
Berita Terbaru Update