Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tur Harley Dihentikan Sementara

Minggu, 01 November 2020 | 18:03 WIB Last Updated 2020-11-01T11:03:40Z

 

.


Bukittinggi, fajarharapan.id - Tur motor gede Harley Owners Group (HOG) yang rencananya akan menuju ke Sabang, Aceh dihentikan sementara akibat insiden pengeroyokan terhadap dua anggota TNI oleh rombongan HOG.


Polisi telah menetapkan empat anggota rombongan moge sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan ini.


"Mereka rencananya akan touring ke titik nol, Sabang, Aceh tapi karena ada kejadian ini perjalanan terhenti sementara," kata Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Stefanus Satake saat dihubungi, Minggu (1/11/2020) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Stefanus menuturkan belum mengetahui apakah rombongan itu akan kembali melanjutkan perjalanannya atau tidak.


Saat ini, lanjutnya, rombongan itu masih berada di Bukittinggi, Sumbar. Sedangkan untuk empat tersangka sudah ditahan di Polres Bukittinggi.


"Belum tahu (lanjut touring atau tidak), sementara mereka masih di Bukittinggi," ucap Stefanus.


Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Nefra Firdaus mengatakan dua anggota TNI yang menjadi korban pengeroyokan juga akan turut dimintai keterangan oleh Polisi Militer Bukit Tinggi terkait peristiwa tersebut.


Dua anggota TNI itu yakni Serda M. Yusuf dan Serda Mistari.


"Begitu juga terhadap kedua orang anggota TNI akan dimintakan keterangan oleh Sub Detasemen Polisi Militer Bukit Tinggi Detasemen Polisi Militer Sumatera Barat, bila ada pelanggaran hukumnya akan diproses sesuai aturan hukum," tutur Nefra.


Insiden pengeroyokan terjadi di wilayah Simpang Tarok, Kota Bukittinggi pada Jumat (30/10/2020) sore lalu.


Dari rekaman video yang beredar di media sosial, tampak sekumpulan pria yang mengenakan helm dan jaket kulit nampak memukuli seseorang yang berbaju bebas berwarna merah. Korban dipukuli dan ditendang beberapa kali ketika sudah telungkup jatuh.


Kemudian, dalam rekaman video lainnya, terlihat segerombolan anggota konvoi moge itu menyampaikan permintaan maaf secara lisan di Kodim 0304/Agam. Setidaknya, ada sekitar delapan orang yang terlihat menyampaikan permintaan maaf.


Polisi pun menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, yakni BS, MS, HS, dan JA. Mereka disangkakan Pasal 170 KUHP terkait dugaan pengeroyokan. (*)


×
Berita Terbaru Update