Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pascagempa Hari Ini, BPBD Masih Pantau Kepulauan Mentawai

Selasa, 17 November 2020 | 19:00 WIB Last Updated 2020-11-17T12:00:02Z
ilustrasi


Padang, fajarharapan.id -Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, masih memantau dampak gempa yang terjadi di wilayah tersebut pagi tadi.


Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai, Novriadi, menyebut masyarakat sempat merasakan guncangan akibat gempa tersebut. Dia mengatakan masyarakat juga sempat panik dengan gempa yang mengguncang Mentawai.


"Guncangan gempa dirasakan kuat. Warga Betaet merasakan guncangan kuat dan masyarakat spontan evakuasi ke bukit," ujar Novriadi dalam keterangannya, Selasa (17/11/2020) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Tak hanya di Betaet, Novriadi juga menuturkan masyarakat di Peipei, Tuapejat, Beriulo dan Sikakap juga merasakan guncangan kuat hingga membuat masyarakat keluar rumah. Getaran juga dirasakan di Labuan Bajau dan Saumanganya.


"Warga di daerah itu juga merasakan gempa namun tidak terasa kuat seperti daerah Betaet," ujar Novriadi.


Pascagempa, BPBD masih mengumpulkan informasi kemungkinan dampak gempa dari para camat. Pusdalops BPBD Kota Padang juga masih mengumpulkan informasi dampak gempa.


Novriadi menambahkan laporan dari BPBD Kota Padang menunjukkan bahwa kondisi jaringan listrik normal meskipun gempa kuat terjadi. Warga Kota Padang hanya merasakan guncangan kuat sekitar 3 - 4 detik.


Sebagai informasi, pada Selasa (17/11/2020) sekitar pukul 08.44 WIB terjadi gempa dengan episentrum di lepas pantai dengan perhitungan awal berkekuatan magnitudo 6,3. Berdasarkan rilis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), setelah dimutakhirkan kekuatan gempa itu diketahui magnitudo 6,0 dengan episentrum di lepas pantai sekitar 112 kilometer arah Barat Daya Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 13 km. 


Terkait gempa yang terjadi pada pagi tadi BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami.


Gempa ini terjadi akibat aktivitas penyesaran di Investigator Fracture Zone (IFZ) dekat dengan batas tumbukan lempeng.


"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar atau strike slip fault," ujar Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono dalam keterangan pers, Selasa (17/11/2020).


Terakhir, BMKG mencatat guncangan gempa bumi ini dirasakan juga di daerah Kota Padang, Painan, Sipora III-IV MMI, Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Kepahiang II-III MMI. Kemudian di Pasaman, Kerinci, Payakumbuh dan Solok Selatan I-II MMI.


Hingga Selasa (17/11/2020), pukul 08.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock. Novriadi memastikan BPBD terus memonitor dan melakukan koordinasi untuk mengetahui kondisi terkini pascagempa. (*)


×
Berita Terbaru Update