Notification

×

adsense

Iklan

Hari Ini KPK Lanjutkan Penggeledahan Kasus Edhy Prabowo

Jumat, 27 November 2020 | 09:00 WIB Last Updated 2020-11-27T02:00:08Z
KPK akan melakukan pengeledahan kasus Edhy Prabowo


Jakarta, fajarharapan.id - Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Karyoto mengatakan tim penyidik kasus dugaan rasuah terkait penetapan izin ekspor benih lobster atau benur akan melakukan penggeledahan, Jumat (27/11/2020).


Ia tidak menyebut secara spesifik lokasi-lokasi yang bakal dilakukan penggeledahan. Hanya saja, Karyoto berujar bahwa tim akan menindaklanjuti sejumlah tempat yang sudah disegel sebelumnya.


"Ya, tentunya memang sedini mungkin. Kemarin kita sudah segel sehingga kemarin tidak ada yang masuk di ruangan yang akan kita geledah," ujar Karyoto dalam jumpa pers di Kantornya, Jakarta, Kamis (26/11/2020).


"Mudah-mudahan besok akan kita bisa laksanakan penggeledahan secara menyeluruh terhadap proses-proses sebagaimana kita ketahui dari hasil penyidikan awal," imbuhnya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Setelah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka, tim KPK diketahui bergerak ke Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang berada di Gambir, Jakarta Pusat, serta rumah dinas Menteri KP Edhy Prabowo di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan.


Dalam giat di Kantor KKP, tim KPK sempat dihalangi petugas keamanan.


"Jangan halangi-halangi kami," ujar salah satu penyidik KPK di depan pintu gerbang Kantor KKP.


"Kalau tidak dibuka saya dobrak nanti ini," timpal penyidik lainnya.


Setelah sempat adu mulut dan bernegosiasi beberapa waktu, pihak keamanan kemudian mengizinkan tim KPK masuk untuk melanjutkan pekerjaannya.


Kegiatan di dua lokasi itu bertujuan untuk menyegel tempat-tempat yang diduga terdapat alat bukti terkait kasus dugaan korupsi penetapan izin ekspor benih lobster.


Para tersangka yang sudah dijerat dalam perkara ini antara lain Edhy Prabowo; stafsus Menteri KKP, Safri dan Andreau Pribadi Misata; Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK), Siswadi; staf istri Menteri KKP, Ainul Faqih; Amiril Mukminin (swasta); dan Direktur PT Dua Putra Perkasa (DPP), Suharjito. (*)




adsense

×
Berita Terbaru Update