Notification

×

adsense

Iklan

Cegah Vaksin Palsu, Bio Farma Pakai Barcode di Botol

Selasa, 24 November 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-11-24T16:00:10Z
ilustrasi



Jakarta, fajarharapan.id - PT Bio Farma (Persero) akan menggabungkan teknologi digital dan proses manual dalam distribusi vaksin corona. Tujuannya, untuk menghindari kemunculan vaksin covid-19 palsu kepada masyarakat.


"Ada beberapa berita soal vaksin palsu, kami akan hindari dengan penempelan barcode jadi tinggal scan akan muncul informasi detailnya," ujar Direktur Digital Healthcare Bio Farma Soleh Udin Al Ayubi, dalam webinar bertajuk Persiapan Infrastruktur Data Vaksinasi Covid-19, Selasa (24/11/2020).


Informasi dalam barcode tersebut berisi nomor identitas vaksin covid-19, tanggal kadaluarsa, nomor seri, dan sebagainya. Pada proses vaksinasi nanti, selain scan barcode petugas kesehatan juga akan melakukan scan pada KTP masyarakat.


"Masing-masing botol vaksin, misalnya kami akan punya 100 juta vaksin Sinovac, masing-masing botol berisi 10 dosis, jadi akan ada 10 juta botol vaksin, masing-masing botol vaksin itu ada barcodenya," jelasnya sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Tak hanya pada botol vaksin, barcode juga akan ditempelkan pada kardus hingga truk pengangkut vaksin covid-19 yang akan didistribusikan ke berbagai wilayah. 


Tujuannya, untuk memberikan informasi secara real time mengenai posisi perjalanan truk pengangkut vaksin hingga jumlah vaksin yang dibawa.


"Jadi kalau box di-scan barcodenya kami tahu ada 10 botol di dalamnya, dan kami tahu masing-masing barcode botol ini. Ketika box dimasukkan dalam truk itu truknya ada barcodenya juga, jadi kami tahu di jalan truk ini mengangkut vaksin berapa, lalu nomor ID berapa saja kami tahu," jelasnya.


Cegah Penimbunan Vaksin Covid-19

Selain pencegahan vaksin covid-19 palsu, Bio Farma juga akan menerapkan strategi mencegah penimbunan vaksin covid-19 oleh pihak tidak bertanggung jawab, khususnya untuk vaksin mandiri. Caranya, pemberian vaksin covid-19 mandiri akan diberikan melalui sistem pre-order (pesan dulu) sehingga didasarkan permintaan real di lapangan.


"Kemudian proses untuk pre-order, ini penting untuk distribusi sehingga kami akan tahu demand yang real di lapangan berapa. Demand ini sangat penting karena vaksinnya sangat terbatas. Tidak bisa satu klinik bilang, saya request 100 juta dosis tanpa demand yang real. Dengan fitur seperti ini kami bisa meminimalkan penimbunan," katanya.


Khusus untuk vaksin covid-19 mandiri, Bio Farma menyediakan 3 layanan, meliputi lewat aplikasi (app-in), website (web-in), dan manual (walk-in) atau datang langsung kepada tempat layanan vaksinasi.


"Alokasi masing-masing channel ini disesuaikan dari karakteristik daerah, misalnya daerah yang teknologi masif kami harapannya sebagian besar orang gunakan app-in atau web in, tapi untuk daerah dimana penetrasi digital kurang kami fasilitasi walk-in lebih besar," tuturnya. (*)


adsense

×
Berita Terbaru Update