Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Besok Garuda Indonesia Rombak Direksi

Kamis, 19 November 2020 | 17:00 WIB Last Updated 2020-11-19T10:00:06Z
Garuda Indonesia



Jakarta, fajarharapan.id - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk berencana kembali merombak jajaran direksinya Jumat (20/11/2020) besok. Perombakan akan dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)


Dikutip dari keterbukaan informasi yang mereka sampaikan ke BEI, RUPSLB akan digelar di Gedung Manajemen, Lantai Dasar, Soekarno-Hatta, tangerang.


Selain perombakan direksi, RUPSLB juga akan membahas dua agenda lain. Pertama, peningkatan modal dasar, modal ditempatkan dan modal disetor perseroan terkait penerbitan dan  pelaksanaan obligasi wajib konversi dengan nilai sebanyak-banyaknya sebesar Rp8,5 triliun melalui mekanisme penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu.


Sedangkan agenda kedua, pembahasan persetujuan perubahan anggaran dasar. Sebagai informasi, Garuda Indonesia belum setahun merombak susunan direksi sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Perombakan terjadi setelah bos mereka  I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara dipecat oleh Menteri BUMN ErickThohir karena terlibat dalam penyelundupan Motor Harley-Davidson melalui pesawat Airbus A330-900. Motor itu dipesan Ari lewat pegawainya.


Ia memerintahkan pegawainya untuk mencarikan sepeda motor Harley Davidson sejak 2018 lalu. Transaksi pembelian dilakukan pada April 2019 melalui rekening pribadi bagian keuangan Garuda di Amsterdam. Barang itu akhirnya dibawa ke Indonesia atas nama salah satu pegawainya yang berinisial SAS.


Pesawat yang mengangkut Harley Davidson tersebut mendarat di Garuda Maintenance Facilities (GMF) pada 17 November lalu. Setelah itu, DJBC pun melakukan pemeriksaan terhadap pesawat itu.


DJBC menemukan 18 kotak bawaan penumpang. Sebanyak 15 di antaranya berisi suku cadang motor Harley Davidson bekas dalam kondisi terurai. Sementara itu, tiga kotak lainnya berisi sepeda Brompton.


Selain memecat Ari, Dewan Komisaris Garuda juga memecat empat direksi lainnya terkait penyelundupan tersebut. Mereka adalah Direktur Operasi Bambang Adisurya Angkasa, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Mohammad Iqbal, Direktur Teknik dan Layanan Iwan Joeniarto, dan Direktur Human Capital Heri Akhyar.


Untuk mengisi kekosongan direktur utama yang ditinggalkan Ari, RUPSLB Garuda pada awal tahun lalu memutuskan untuk menetapkan Irfan Setiaputra sebagai direktur utama.


Selain menetapkan Irfan, RUPSLB juga menetapkan Triawan Munaf menjadi Komisaris Utama. Ia merupakan mantan Kepala Badan Ekonomi Kreatif. RUPSLB juga menetapkan Chairal Tanjung menjadi wakil komisaris utama dan Elisa Lumbatoruan dan Yenny Wahid menjadi komisaris independen. (*)


×
Berita Terbaru Update