Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Berkas Kelompok Moge Dilimpahkan ke Kejaksaan

Jumat, 06 November 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-11-06T16:00:02Z
ilustrasi


Bukittinggi, fajarharapan.id - Penyidik Polres Bukittinggi melimpahkan berkas perkara lima tersangka kasus dugaan pengeroyokan dua anggota TNI oleh kelompok motor gede (Moge) yang tergabung dalam Harley Owners Group (HOG) ke Kejaksaan Negeri Bukittinggi, pada Jumat (6/11/2020).


Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Chairul Amri merinci, satu dari lima tersangka masih di bawah umur sehingga diproses dengan sistem peradilan pidana anak.


"Kepada tersangka anak berhadapan hukum dengan Pasal 170 ayat (2) ke 1 e jo Pasal 351 jo Pasal 56 KUHP jo Undang-undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," kata Chairul melalui keterangan resmi, Jumat (6/11/2020) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.


Sementara, empat tersangka lain bakal dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke 1e Jo 351 Jo 56 KUHP Pidana.


Adapun lima tersangka yang berkasnya telah dilimpahkan tersebut antara lain berinisial MS (49), JA (26), RHS (48), TR (33) DAN BS (16).


Peristiwa pengeroyokan diduga terjadi setelah seorang prajurit TNI yang sedang mengendarai motor merasa terimpit oleh sekelompok pengendara moge Harley yang sedang melakukan touring.


Merasa tak terima, prajurit TNI kemudian mengejar segerombolan motor besar itu hingga menyulut cekcok. Adu mulut ini kemudian berakhir dengan insiden pengeroyokan.


Dari rekaman video yang beredar di media sosial, tampak sekumpulan pria yang mengenakan helm dan jaket kulit terlihat memukuli seseorang berbaju bebas berwarna merah. Korban dipukuli dan ditendang beberapa kali ketika sudah telungkup jatuh.


Setelah ditelusuri, konvoi Moge dipimpin oleh mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal (Purn) Djamari Chaniago. Namun kepolisian menjelaskan bahwa Djamari tak turut terlibat dalam insiden pengeroyokan.


Rombongan yang telah tiba di wilayah Bukittinggi, Sumatra Barat itu sempat terpisah menjadi dua kelompok. Sebagian besar dari mereka telah menepi di salah satu hotel untuk beristirahat.


Sementara beberapa orang lain masih tertinggal dengan rombongan dan kemudian memicu insiden pengeroyokan dua personel TNI tersebut. (*)


×
Berita Terbaru Update