Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

6.000 Personel Disiagakan di Sekitaran Istana

Selasa, 20 Oktober 2020 | 08:25 WIB Last Updated 2020-10-20T01:26:00Z

ilustrasi


Jakarta, fajarharapan.id - Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) akan kembali menggelar aksi unjuk rasa di Istana hari ini. Sebanyak 6.000 personel gabungn disiagakan mengawal aksi tersebut.


"Ya kita kita belum bisa menyatakan berapa banyak, tetapi kita sudah mengantisipasi dan bagaimana caranya kita untuk memisahkan. Kita sedang melakukan mapping, berapa banyak mereka (jumlah pendemo) yang akan turun, kemudian kita akan mengantisipasi perbuatan yang harus kita siapkan untuk kegiatan besok kalau memang ada aksi. 


Kalau di sekitaran Istana, sudah kita map sekitar 6 ribu personel," kata Kapolres Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto, di pos polisi Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakpus, Senin (19/10/2020).


Heru menambahkan massa yang akan berunjuk rasa akan diarahkan ke Patung Kuda Arjuna Wiwaha. Namun, untuk estimasi massa yang akan melakukan unjuk rasa, Heru mengaku belum mengetahuinya.


"Titik pusat aksi di Patung Kuda. Estimasi massa besok kita belum tahu karena pancaran itu akan kita dapat biasanya sore," lanjutnya sebagaimana dikutip pada detik.com.


Heru mengatakan aksi unjuk rasa diperbolehkan. Namun Heru tidak ingin aksi unjuk rasa ditumpangi pihak-pihak lain yang ingin membuat situasi Jakarta tidak kondusif.


"Pada prinsipnya kami kepolisian selalu akan memberikan wadah kepada mereka yang akan melaksanakan demo, karena memang demo ini diatur dalam Undang-Undang. Tetapi kami mengimbau aksi demo ini jangan ditumpangi oleh pihak-pihak lain yang akan mengacaukan situasi Jakarta," tandasnya.


Seperti diketahui, BEM SI bakal berdemonstrasi lagi menuntut pencabutan omnibus law UU Cipta Kerja. Demo akan digelar hari ini dengan perkiraan ribuan massa mahasiswa yang ikut turun ke jalan.


"Aksi akan dilaksanakan pada Selasa, 20 Oktober 2020 pukul 13.00 WIB dengan estimasi massa aksi sebanyak 5.000 mahasiswa dari seluruh Indonesia," kata Koordinator Pusat BEM SI, Remy Hastian Putra Muhammad Puhi, lewat siaran pers tertulis, Senin (19/10/2020). (*)

×
Berita Terbaru Update