Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

RTQ, Upaya Cintai Quran Ketimbang Medsos

Minggu, 13 September 2020 | 10:43 WIB Last Updated 2020-09-13T03:43:08Z
.

Brebes, fajarharapan.id  - Rumah Tahfidz Zawiyah Quraniyyah (RTQ) di Jalan MT Haryono, Brebes menjadi ladang bagi anak-anak, remaja untuk menyibukkan diri dengan hafalan Al-Qur’an. Sehingga, bisa mengalihkan mereka dari bermain facebook, game, WA, IG, dan lain sebagainya. 

Ha tersebut disampaikan Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH saat aA soft launching RTQ Jalan MT Haryono 18 Brebes, Jumat (11/9).

Kata Idza, begitu dahsyatnya pengaruh teknologi dan arus informasi media sosial menjadikan banyak anak dan remaja yang terlena.

"Semoga RTQ bisa membendung arus medsos yang sangat deras," kata Idza yang juga Pembina RTQ

RTQ ini, lanjut Idza , merupakan lembaga berjejaring dengan lembaga Rtumah Quran KH Yusuf Mansur yang berpusat di Jakarta.

Penggagas/pengelola RTQ yakni Elshanti Nabihah Salma dan Elshinta Nafita Salma yang juga anak kembar Bupati Idza.

Idza berharapn. semoga RTQ ini bisa menjadi amalan yang sangat luar biasa serta bisa membawa keberkahan, keselamatan, dan juga kelancaran buat keluarga kami, warga masyarakat Brebes serta Pemerintah Kabupaten Brebes, ucapnya.

“Ini adalah upaya mengalihkan mereka dari kebanyakan bermain facebook, game, WA, IG, dan lain sebagainya. Karena begitu dahsyatnya pengaruh teknologi dan arus informasi media sosial terkini,” ujarnya.

Idza membacakan beberapa hari keistimewaan Al Qur'an, diantaranya :

"Surga merindukan empat golongan, salah satunya adalah orang yang gemar membaca Al-Qur’an. Dan Al-Qur’an juga nantinya akan menjadi teman penolong bagi orang yang membacanya," apalagi ¹menghafalkannya.

"Bacalah kamu semua terhadap Al-Qur’an karena Al-Qur’an akan menjadi syafaat (penolong) bagi yang membacanya,”

Idza juga mengharap dukungan dan kerjasamanya, insya Allah di Kabupaten Brebesi  dengan jumlah kurang lebih 100 Pondok Pesantren harapannya RTQ yang sekarang ini adalah Madrasah dan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) namun akan ada satu lagi yang lebih yakni RTQ, harap Idza.  

Kata Idza, kalau madrasah dan TPA ini sebenarnya ditiap-tiap desa sudah ada semuanya, namun harapan dan cita-cita kami khusus untuk yang penghafal dan pembaca al Qur'an akan bisa lebih mengena sasaran madrasah dan TPA sehingga  bisa lebih banyak lagi dan berkembang di Kabupaten Brebes, harapnya lagi.

KDisisi lain, kaarena situasi sekarang ini masih dalam masa pandemi covid 19 tidak hanya di Kabupaten Brebes namun di seluruh penjuru dunia, di Kabupaten Brebes sendiri sekarang menduduki zona merah, yang mana dari 1500 orang di 17 Kecamatan lewat swab test massal kemarin baru keluar 400 hasil laboratorium Provinsi Jawa Tengah, 84 orang dinyataka0n positif covid 19, ni baru yang 400 belum yang 1100, papar Idza

Jadi, penilaian dari Provinsi Jateng yang bulan kemarin Kabupaten Brebes menduduki zona hijau kembali menjadi zona merah. 

Dengan angka reproduktif efektifnya mencapai 1,025 persen yang tersebar di 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes. Untuk itu, simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) sekolah SMP negeri maupun di Kabupaten Brebes terpaksa ditutup kembali dan pembelajaran dilanjutkan dengan sistem online atau Daring.

Dengan nanti akan dimulainya pembelajaran di RTQ Zawiyah Quraniyyah ini, Idza berpesan dan wanti-wanti agar protokol kesehatan harus diterapkan, seperti wajib memakai masker atau face shile, pengukuran suhu tubuh, mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, dan yang terpenting tetap jaga jarak, pungkas Idza.

Selanjutnya pengelola sekaligus penggagas RTQ Zawiyah Quraniyyah Saditan Kabupaten Brebes Elshanti Nabihah Salma dan Elshinta Nafita Salma mengucapkan, Alhamdulillah dengan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan karena telah menyempatkan waktunya untuk hadir dalam tasyukuran pembukaan RTQ Zawiyah Quraniyyah Saditan Brebes.

Harapannya dengan RTQ Zawiyah Quraniyyah ini kita bisa sama-sama mendapatkan hikmah kebaikan dan kebermanfaatan.

Tasyukuran pembukaan RTQ Zawiyah Quraniyyah ini dilakukan Hj Idza Priyanti selaku pembina RTQ Zawiyah Quraniyyah Saditan Brebes usai menyampaikan sambutan pada kesempatan yang sama juga memberika santunan untuk anak yatim piatu sekitar warga Saditan Brebes.

Selanjutnya, diberikan Surat Keputusan (SK) sertifikat pendirian sekaligus penggagas RTQ oleh perwakilan Daarul Quran Pusat RTQ Korda Jateng 3 ustadz Aksan Sidqi Al Hafidz disaksikan pengasuh dan puluhan santriwan dan santriwati serta para tamu undangan. 

Selanjutnya Kepala RTQ Zawiyah Quraniyyah ustadz Soeratno SQ Al Hafidz dalam tausiyahnya menyampaikan, bahwa syarat mendirikan Rumah Tahfidz ada tiga, pertama ada santri, kedua ada tempat atau rumah dan ketiga ada Al Qur’an. Tidak hanya untuk anak-anak, orang dewasa hingga orang tua pun boleh belajar di rumah tahfidz.

RTQ menjadi semacam episentrum baru bagi semua lapisan masyarakat yang memiliki minat kuat untuk belajar Alquran (menghafal, memahami, dan mengamalkannya), tetapi memiliki kendala jika harus di Pesantren Tahfizh Alquran. 

"RTQ Zawiyah Quraniyyah hadir untuk menampung semua lapisan masyarakat dari beragam latar belakang sosial, ekonomi, bahkan dari beragam usia," pungkasnya. 

Turut hadir dalam tasyukuran pembukaan RTQ Zawiyah Quraniyyah Saditan Brebes, selaku penasehat RTQ Zawiyah Quraniyyah Saditan Brebes Dr H Warsidin MH beserta keluarga besar Alm H Ismail, Stah Ahli Bupati bidang kesra Drs Masfuri MM, Asisten III Sekda Yuta Sugihyarti SH, Kepala Dinperwaskim selaku Ketua RW Saditan Brebes Sutaryono, para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat, warga sekitar Saditan Brebes. (Sugiarto)
×
Berita Terbaru Update