Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Edial Nofendi Mimpi Para Petani Sawit KEP Sejahtera Sekarang Mulai Menjadi Nyata

Kamis, 24 September 2020 | 08:32 WIB Last Updated 2020-09-24T01:32:32Z
Penanaman perdana sawit dilokasi KEP Sejahtera oleh Plt Bupati Solsel Abdul Rahman disaksikan Edial Efendi.


Solsel, fajarharapan.id - Serasa mimpi bagi sosok Edial Efendi yang akrab dipanggil Andi tersebut ketika proposal mereka dinyatakan lolos untuk mendapatkan bantuan peremajaan penanaman kelapa sawit atau replanting.


Mimpinya untuk mendapatkan bantuan bersama 52 orang anggota Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Sejahtera lain sekarang terwujud. Dana replanting yang bersumber dari pungutan ekspor CPO yang dikelola oleh Kementerian Keuangan dan Kementerian Pertanian melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit (BPDPS) akhirnya mereka dapatkan untuk lahan seluas 126,9 Ha, dengan total bantuan replanting sebesar Rp 3,173 Miliar.


"Alhamdulillah, serasa mimpi bagi kami untuk mendapatkan bantuan sebesar itu. Dan sekarang itu menjadi nyata," ujarnya ketika memberikan sambutan pada penanaman perdana kelapa sawit KEP tersebut oleh Plt. Bupati Solsel Abdul Rahman di Mukti Tama, Sungai Kunyit, Sangir Balai Janggo, Rabu 23/9/20.


Selaku Manager pada KEP Sejahtera, ia menyampaikan terima kasihnya kepada pihak-pihak yang telah membantu terealisasinya permohonan yang telah mereka tunggu-tunggu tersebut, baik kepada pihak kementerian terkait, BPDPS, Pemkab Solsel, jajaran dinas pertanian, masyarakat, dan juga segenap keluarga besar KEP Sejahtera.


Ia juga mengakui bahwa pihaknya terus didampingi serta diingatkan oleh Dinas Pertanian Solsel melalui jajarannya, agar bantuan tersebut bisa segera mereka dapatkan. Bahkan tak jarang ia ditegur, didesak, dan juga diwanti-wanti.


"Semuanya itu kami yakin sebagai sebuah bentuk kepedulian kepada kami di KEP ini agar dapat mendapatkan bantuan ini serta berhati-hati dalam penggunaannya nanti," terang Andi.


Mewakili kawan-kawannya di KEP Sejahtera, ia berjanji untuk amanah dan berhati-hati dalam pelaksaan kegiatan replanting ini di lapangan nantinya.


Ia juga berharap agar bantuan replanting ini terus berlanjut, termasuk kepada para petani di daerah tersebut yang sudah mulai mendaftar untuk tahap selanjutnya.


"Melihat kelancaran dan harapan yang begitu besar terhadap kegiatan ini, saat ini sudah mendaftar 60 orang petani lagi dengan lahan seluas 70 hektar untuk diajukan mendapatkan bantuan tahap selanjutnya," harap Andi.


Kadis Pertanian Del Irwan mengatakan bahwa KEP Sejahtera telah didanai sebesar Rp 25 Juta/Ha, dengan total luas lahan 126,9 Ha, dan total bantuan replanting sebesar Rp 3,173 Miliar.


Menurutnya, yang diremajakan/direplanting adalah kebun sawit yang tidak produksif lagi atau bibit yang palsu. 


"Idealnya panen sawit itu bisa didapatkan 30 Ton/Ha/Tahun, namun dalam kenyataannya, sawit hanya berproduksi maksimal 10 Ton/Ha/Tahun. Dan inilah yang kita lakukan peremajaan kelapa sawit atau disebut dengan replanting," ujar Del Irwan.


Ia juga menginformasikan bahwa pemilihan bibit akan menentukan 60% dari hasil panen sawit itu sendiri. 


"Jadi, gunakanlah bibit yang direkomendasikan pemerintah agar mendapatkan hasil yang maksimal," pesannya.


Secara keseluruhan, Ia mengatakan bahwa hingga saat ini sudah terealisasi bantuan replanting untuk 370 Hektar lahan sawit dengan total bantuan senilai Rp. 9,243,578,000.


"Dan saat ini, 3 Kelembagaan lain juga sedang dalam proses pengajuan bantuan untuk 400 Ha. Mudah-mudahan juga segera terealisasi," harap Del Irwan.


Sementara itu, Plt Bupati Solsel Abdul Rahman dalam sambutannya mengatakan bahwa bantuan ini adalah bantuan murni, dan bukan hutang, dan langsung masuk ke rekening kelompok. 


"Tentu hal ini merupakan sebuah anugerah yang luar biasa bagi kita semua," ucapnya.


Menurut Rahman, semua itu merupakan kerja dari banyak pihak. Proposal yang diberikan kelompok, dan didampingi Dinas terkait, kemudian disampaikan kepada Kementerian Keuangan dan juga Kementerian Pertanian untuk selanjutnya dikaji secara teknis, hingga bantuan tersebut bisa dicairkan seperti saat ini.


Rahman mengatakan bahwa mayoritas petani bukan tidak mau untuk mengolah pertanian secara maksimal, tapi lebih karena tidak mampu, termasuk ketidakmampuan pendanaan.


"Dengan bantuan seperti ini tentu dapat menjadi solusi khususnya bagi petani kelapa sawit kita yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan," terangnya.


Ia juga berharap agar masyarakat petani nantinya dapat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada dengan syarat pembayaran yang ringan, agar lahan sawit dapat diolah secara maksimal.


"Dalam perhitungannya, untuk 1 Hektar lahan sawit dibutuhkan biaya Rp 50 Juta/Ha hingga panen. Sekarang telah dibantu Rp 25 Juta melalui replanting. Sisanya yang Rp 25 Juta lagi mungkin bisa dikomunikasikan dengan pihak perbankan melalui program KUR nya," saran Rahman.


Pimpinan Cabang Bank Nagari Lubuk Gadang yang baru satu hari menjabat, Zulfahmi, yang turut dalam kegiatan penanaman perdana tersebut mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi KUR petani sawit nantinya.


"Intinya kita siap memfasilitasi KUR ini. Silahkan nanti dikomunikasikan dengan kami di Bank Nagari terkait persyaratannya," ujarnya.


Dalam penanaman perdana tersebut, undangan yang hadir disuguhi atraksi yang memukau dari Sanggar Kuda Lumping, Turonggo Seto, yang dipimpin Bapak Tubadi. Apresiasi terhadap penampilan sanggar tersebut, juga disampaikan langsung oleh Plt. Bupati Abdul Rahman dalam sambutannya.


Hadir juga dalam kesempatan tersebut Camat SBJ Muslim, Pj Wali Nagari Sungai Kunyit Rusli Datuak Rajo Basa, tokoh masyarakat, anggota KEP Sejahtera, dan ratusan undangan lainnya. (Abg)

×
Berita Terbaru Update