Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Asli Salurkan Bantuan, Pandemi Covid-19 Timbulkan Dampak Negatif bagi Perempuan

Senin, 28 September 2020 | 19:45 WIB Last Updated 2020-09-28T12:46:57Z

 

Plt. Walikota Padang Hendri Septa memberikan sambutan dalam acara penyerahan bantuan spesifik untuk perempuan dan lansia dari Kementerian PPPA dan Komisi VIII DPR. Hadir juga perwakilan Kemen PPPA, Anggin dan Anggota Komisi VIII DPR, Asli Chaidir. (ist)

Padang, Fajarharapan.id - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini, termasuk Padang, telah menimbulkan berbagai dampak negatif terutama bagi kaum perempuan dan anak sebagai kelompok rentan.


Misalnya di bidang ekonomi, yaitu pemutusan hubungan kerja dan terhambatnya usaha. Lalu di bidang pendidikan, yang mengharuskan anak belajar dari rumah. Masalah ini berpotensi menimbulkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga terganggunya ketahanan keluarga.


"Kami, atas nama Pemko Padang berterima kasih kepada Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersinergi dengan Komisi VIII DPR melakukan upaya pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak yang terdampak pandemi Covid-19 di Padang," kata Plt. Walikota Hendri Septa, Senin (28/9) di Padang dalam acara penyerahan bantuan spesifik perempuan dan lansia.


Dalam kesempatan itu, Hendri Septa juga memuji kaum ibu yang hadir dalam penyerahan bantuan spesifik tersebut dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak.


"Kita harus waspada, ibu-ibu harus bisa membiasakan diri agar semua bisa kembali pulih, ekonomi dapat berjalan, kegiatan belajar anak dapat berjalan. Semoga pesan ini bisa ibu-ibu sampaikan lagi ke masyarakat lainnya,” tegas Hendri Septa.


Sementara itu, Anggi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyebutkan, melalui upaya pemenuhan kebutuhan spesifik ini, pihakya harap bisa sedikit membantu meringankan beban dan menghidupkan semangat perempuan dan anak terdampak untuk bangkit dari situasi sulit akibat pandemi Covid-19.


Menurutnya, dibutuhkan upaya percepatan penanganan Covid-19 secara berkesinambungan antara seluruh elemen baik pemerintah, unsur legislatif, maupun lembaga masyarakat, salah satunya melalui pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak yang terdampak pandemi.


”Hal ini merupakan salah satu bentuk upaya negara hadir di tengah masyarakat, melalui sinergi antara Kemen PPPA dengan Komisi VIII DPR sebagai mitra kerja dalam program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak," katanya.


Sedangkan Anggota Komisi VIII DPR, Asli Chaidir menjelaskan, dengan adanya program pemenuhan kebutuhan spesifik bagi perempuan dan anak terdampak Covid-19 ini, diharapkan dapat membantu terpenuhinya kesehatan ibu dan anak. 


Asli berharap pula Kementerian PPPA bisa berperan lebih aktif melakukan penyuluhan dan sosialisasi terkait perlindungan perempuan dan anak.


Adapun jumlah bantuan spesifik yang diberikan itu, 200 paket. Perempuan dewasa dan lansia yang mendapatkan, sudah terdata dalam basis data terpadu dan direkomandasi oleh Dinas Sosial agar tepat sasaran. Nilai satu paket Rp250 ribu berisi antara lain, susu, vitamin, biskuit, sanitizer dan lainnya.


Hadir juga pejabat dari Dinas Sosial Padang dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana (DP3AKB) Padang. (***)

×
Berita Terbaru Update