Vaksin Covid 19 Rusia Siap Diuji Coba pada Oktober 2020

Senin, 03 Agustus 2020, 01:00 WIB Last Updated 2020-08-02T18:00:00Z


(ilustrasi)

Moskow, fajarharapan.id - Menteri Kesehatan Rusia tengah mempersiapkan kampanye vaksinasi massal terhadap virus corona jenis baru pada Oktober, sebagaimana dilaporkan kantor berita setempat pada Sabtu, setelah sebuah vaksin menyelesaikan uji klinis.

Kantor Berita Interfax melaporkan bahwa Menteri Kesehatan Mikhail Murashko mengatakan Gamaleya Institute, sebuah fasilitas penelitian negara di Moskow, telah menyelesaikan uji klinis vaksin dan dokumen untuk pendaftaran vaksin tengah dipersiapkan untuk mendaftarkannya.

Dia mengatakan bahwa para dokter dan guru akan menjadi kelompok pertama yang divaksinasi.

"Kami merencanakan vaksinasi yang lebih luas pada Oktober," kata Murashko, sebagaimana diwartakan Reuters, Minggu (2/8/2020).

Sebuah sumber mengatakan kepada Reuters pekan ini bahwa vaksin virus corona potensial pertama Rusia akan mendapatkan persetujuan peraturan lokal pada Agustus dan akan diberikan kepada petugas kesehatan sesudahnya.

Gamaleya Institute telah menciptakan vaksin berbasis adenovirus.

Namun kecepatan pergerakan Rusia untuk meluncurkan vaksin tersebut telah mendorong beberapa media Barat untuk mempertanyakan apakah Moskow menempatkan prestise nasional di atas sains dan keselamatan.

Kepala Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev, menyamakan apa yang dia katakan adalah keberhasilan Rusia dalam mengembangkan vaksin virus corona, dengan peluncuran Sputnik 1 Uni Soviet pada 1957, yang merupakan satelit pertama di dunia.

Orang-orang berjalan di sebuah jalan di Moskow, 13 Juli 2020. Rusia melaporkan 6.537 kasus terkonfirmasi baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir, sehingga totalnya bertambah menjadi 733.699, demikian disampaikan pusat tanggap COVID-19 negara itu pada Senin (13/7/2020).

Pada hari Sabtu, Rusia melaporkan 95 kematian tambahan dari virus corona jenis baru, sehingga totalnya menjadi 14.058.

Otoritas terkait melaporkan 5.462 kasus baru, sehingga total kasus menjadi 845.443.

Lebih dari 100 bakal vaksin sedang dikembangkan di seluruh dunia guna mencoba menghentikan pandemi COVID-19 sebagaimana dikutip pada liputan6.com.

Setidaknya empat dari vaksin tersebut berada dalam uji coba manusia fase III akhir, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk tiga yang dikembangkan di China dan satu lagi di Inggris. (*)

Terkini