Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Polisi Ambil Sampel di 15 Titik Kebakaran Gedung Kejagung

Rabu, 26 Agustus 2020 | 01:00 WIB Last Updated 2020-08-25T18:00:09Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.id - Tim penyidik dari Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mendalami penyebab kebakaran di Gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Sabtu (22/8/2020) hingga Minggu (23/8/2020) lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Awi Setiyono menyebut, olah TKP kali ini dilakukan Tim dari Laboratorium Forensik Bareskrim dengan mengambil sampel di 15 titik lokasi kebakaran.

"Tim telah melakukan pengecekan dan pengambilan sampel di 15 titik lokasi kebakaran didampingi penyidik dan staf Kejaksaan Agung," ujar dia kepada wartawan, Selasa (25/8/2020) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Awi menjelaskan sampel yang diambil itu nantinya akan dibawa ke laboratorium forensik untuk dilakukan penelitian lebih jauh.

Selain itu, ujar dia, tim penyidik juga kembali mengambil video pengawas (CCTV) di beberapa lokasi untuk mencari bukti gambar dan melakukan analisa terkait asal mula kobaran api dalam insiden tersebut. Pengambilan CCTV dengan demikian menjadi yang kedua setelah polisi sebelumnya juga melakukan hal serupa.

"Karena memang itu yang bisa memberikan petunjuk lebih fokus untuk didalami sebagai awal mula api menyala. Tentunya ini yang kita harapkan bisa membantu mengungkap kejadian kebakaran kantor kejaksaan agung," ujar Awi.

Sejak insiden kebakaran gedung utama Kejagung terjadi pada Sabtu (22/8/2020) malam lalu, polisi hingga kini terus melakukan penyelidikan untuk mencari penyebab kejadian itu.

Polisi diketahui telah mengambil abu dan arang di sekitar reruntuhan gedung guna diteliti untuk kemudian dijadikan barang bukti dalam mengungkap penyebab kebakaran. Tim labfor disebut juga telah mengecek instalasi listrik dan sumber api di sekitar lokasi.

Bahkan, Kepala Bareskrim Polri, Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan pihaknya sudah memeriksa total 19 orang sebagai saksi terkait peristiwa kebakaran itu.

"Ada 19 orang diperiksa sebagai saksi," kata Listyo melalui keterangan resmi, Senin (24/8/2020). (*)
×
Berita Terbaru Update