Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Selasa, 18 Agustus 2020 | 13:00 WIB Last Updated 2020-08-18T06:00:09Z
(Jaksa Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin)

Jakarta, fajarharapan.id - Jaksa penuntut umum (JPU) dalam kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, meninggal dunia. Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan, Fedrik Adhar tutup usia setelah terpapar Covid-19. 

"Benar (meninggal karena Covid-19)," ujar Jaksa Agung ST Burhanuddin saat dikonfirmasi, Senin (17/8/2020) sore. Diketahui, selain karena Covid-19, Fedrik juga meninggal karena mengalami komplikasi penyakit gula. 

Ia meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Jakarta, pada pukul 11.00 WIB. 

Fedrik Adhar merupakan JPU yang menuntut dua terdakwa pelaku penyiraman penyidik KPK Novel Baswedan. 

Dalam tuntutannya saat itu, dua pelaku, yakni Rahmat Kadir Mahulette dan Rony Bugis, dituntut hukuman satu tahun penjara sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Sejumlah pihak pun menyesalkan tuntutan tersebut karena dianggap terlalu ringan. 

Adapun Fedrik mengawali karier sebagai jaksa dari Kejaksaan Negeri Palembang, Sumatera Selatan, pada 2013. (*)



×
Berita Terbaru Update