Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jahe Merah Segera Diuji sebagai Immunomodulator Covid 19

Minggu, 30 Agustus 2020 | 01:00 WIB Last Updated 2020-08-29T18:00:11Z
(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.id - Jahe merah memiliki berbagai kandungan yang terindikasi bermanfaat sebagai antibakteri dan antiinflamasi seperti gingerol, shogaol, hingga minyak atsiri untuk mencegah infeksi virus dan bakteri. Bahkan jahe merah juga disebut memiliki efek immunodomodulator yang bisa meningkatkan respon sistem imun.

Kepala Kelompok Penelitian Center for Drug Discovery and Development, Pusat Penelitian Bioteknologi LIPI, Masteria Yunovilsa Putra mengatakan belum ada bukti yang melaporkan penggunaan jahe merah sebagai anti virus, khususnya COVID-19.

Ia menambahkan jahe merah berfungsi untuk membantu meringankan gejala yang ditimbulkan, bukan untuk menyembuhkan atau membunuh virus tersebut. Meski begitu, Masteria mengatakan jahe merah memiliki aktivitas sebagai immunomodulator.

"Kami mencoba untuk meluruskan informasi terkait penggunaan jahe merah dalam penanganan coronavirus. Jahe merah memiliki aktivitas sebagai immunomodulator yaitu dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia. Efek inilah yang bermanfaat dalam pencegahan dan membantu dalam pemulihan dari coronavirus," ujarnya dikutip dari situs biotek.lipi.go.id sebagaimana dikutip pada detik.com.

Masteria mengatakan mengonsumsi jahe merah bisa menjadi langkah pencegahan penyakit melalui peningkatan daya tahan tubuh. Menurutnya, masyarakat Indonesia umumnya menggunakan jahe merah sebagai bumbu makanan atau dikonsumsi sebagai jamu.

"Secara umum, coronavirus menyebabkan gejala peradangan berlebih pada paru-paru. Dengan aktivitas antiinflamasi yang dimiliki oleh jahe merah, dapat membantu meredakan gejala tersebut," sambungnya.

Selain itu jahe merah juga memiliki manfaat lain, seperti menurunkan tekanan darah, antibakteri, menurunkan asam urat, menurunkan kadar kolesterol, dan afrodisiak. Jahe merah juga bermanfaat untuk mencegah penyakit kronis degeneratif seperti kardiovaskular dan diabetes pada lansia.

Seperti diketahui, klaim khasiat suatu obat harus dibuktikan melalui data empiris atau secara ilmiah melalui uji praklinis dan uji klinis sebelum diedarkan kepada masyarakat.

Uji praklinis adalah tahap penelitian zat serta kandungan apa saja yang terkandung pada obat serta dilakukan juga ujicoba kepada hewan yang memiliki gen serupa dengan manusia, seperti monyet, tikus dll. Tujuannya adalah untuk melihat khasiat obat tersebut terbukti di hewan dan aman untuk manusia.

Setelah uji praklinis, dilakukan uji klinis pada manusia yang meliputi 3 fase. Fase pertama akan melibatkan 50-100 orang untuk melihat keamanannya, Bila lulus, masuk ke fase dua dengan melibatkan 100-400 orang untuk melihat keefektifannya, seperti dapat menghasilkan kekebalan, efektivitas penyembuhan, hingga efek sampingnya. 


Terakhir pada fase ketiga obat akan kembali diuji kepada ribuan orang untuk melihat kembali khasiat, efektivitas, dan reaksi atau efek samping yang muncul.

Seluruh rangkaian uji praklinis dan klinis tidak hanya berlaku untuk obat kimia dan vaksin, melainkan juga untuk obat dan ramuan herbal. Seperti pamor tanaman herbal obat asli Indonesia jahe merah yang naik dan banyak diburu masyarakat karena disebut-sebut bisa menyembuhkan virus Corona.

Untuk memastikan khasiat yang terdapat pada jahe merah secara ilmiah, PT Bintang Toedjoe berinisiatif melakukan kolaborasi dengan LIPI untuk melaksanakan tahapan uji klinis terhadap khasiat tanaman herbal jahe merah sebagai immunomodulator COVID-19.

PT Bintang Toedjoe juga akan menggelar webinar pada tanggal perihal penegakkan Hoax atau Fakta Uji Klinis Jahe Merah sebagai immunomodulator untuk pasien COVID-19. Webinar ini akan diselenggarakan pada Senin, 31 Agustus 2020 mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Selain membahas uji klinis jahe merah, peserta yang mengikuti webinar ini juga berkesempatan mendapatkan hadiah mulai dari goodie bag untuk 100 orang pertama serta saldo Gopay senilai total Rp 5 juta rupiah untuk 50 orang beruntung pada saat webinar.

Khusus untuk peserta dari kalangan dokter, bisa melalui link di sini. Dokter yang mengikuti webinar ini akan mendapatkan SKD IDI. Sedangkan bagi masyarakat umum, bisa mendafar melalui link di sini.

Sebagai informasi, PT Bintang Toedjoe adalah perusahaan farmasi yang menghasilkan produk obat-obatan dan jamu yang banyak memanfaatkan tanaman herbal, seperti produk Bejo Jahe Merah dan Bejo Susu Jahe Merah yang memiliki kandungan jahe merah di dalamnya dan telah bekerja sama dengan banyak petani yang tersebar di seluruh Indonesia. 


Ekosistem jahe merah sendiri telah terbentuk sejak 2015 dengan menggandeng ekstraktor untuk memastikan standar kualitas ekstrak jahe merah. (*)
×
Berita Terbaru Update