Ridwan Kamil: Vaksin Covid-19 asal China Akan Diujicoba pada 1.600 Relawan

Jumat, 24 Juli 2020, 17:00 WIB Last Updated 2020-07-24T10:00:04Z


(ilustrasi)
Bandung, fajarharapan.id - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan uji klinis vaksin Covid-19 produksi Sinovach asal China akan dilakukan pada 1.600 relawan. Ia berharap uji coba pada manusia yang dilakukan PT Bio Farma berjalan baik.

"Bio Farma kemarin melaporkan kepada Pak Presiden, mereka siap memproduksi vaksin. Tapi ada uji klinis terakhir sebelum diproduksi massal, yaitu akan mengetes kepada sekitar 1.600-an relawan," kata Ridwan di Bandung, Kamis (23/7/2020).

Rencananya, uji klinis akan dilakukan di enam tempat, yakni Rumah Sakit Pendidikan Universitas Padjadjaran (Unpad), Balai Kesehatan Unpad di Jalan Dipati Ukur, serta empat puskesmas di Kota Bandung. Uji klinis diharapkan selesai dalam waktu enam bulan.

"Dimulai di Agustus pengetesan ini lancar, sehingga nanti hasilnya Insyaallah kita produksi massal sesuai kaidah-kaidah kesehatan, dan menjadikan Indonesia aman dari Covid-19," ujar pria yang karib disapa Emil itu.

Emil menyatakan, sebelum vaksin Covid-19 selesai menjalani uji klinis dan dapat diproduksi massal, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat guna cegah penularan Covid-19.

"Supaya mudah pengawasannya, kriteria pertama harus warga Bandung raya dan sekitarnya, kedua sehat jasmani rohani. Bisa datang dari relawan khusus, umum, TNI-Polri, maupun pejabat. Saya kira nanti dikondisikan bagaimana baiknya," ujarnya.

Seperti diketahui, Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi perguruan tinggi satu-satunya yang ditunjuk PT Bio Farma sebagai pelaksana uji klinis vaksin virus corona (Covid-19) di Indonesia sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Vaksin yang dikembangkan perusahaan Sinovac, China, ini rencananya akan dilakukan uji klinis pada awal Agustus 2020. (*)

Terkini