Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Puluhan Warga Segel Pintu Masuk SMP 10 Padang yang Anaknya Tidak Lulus PPDB

Jumat, 17 Juli 2020 | 05:00 WIB Last Updated 2020-07-16T22:00:08Z
puluhan warga segel pintu masuk SMP 10 Padang karena anaknya tidak lulus PPDB (kompas.com)

Padang, fajarharapan.id - Puluhan warga menyegel pintu masuk gerbang utama SMPN 10 Padang, Sumatera Barat, Kamis (16/7/2020) akibat 11 orang anak dekat sekolah tidak lulus Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) SMP. 

Di depan pintu dipajang sebuah karton yang bertuliskan atas nama Masyarakat dan Pemuda Sekolah Ditutup Sementara Waktu. 

Selain itu, puluhan warga memadati pintu gerbang dan tidak memperbolehkan orang masuk ke sekolah. 

Salah seorang perwakilan warga Iwan (44) mengatakan ia hanya menyampaikan aspirasi masyarakat terhadap 11 orang anak warga sekitar. 

Warga meminta agar anak-anak tersebut dapat masuk SMPN 10 Padang karena tinggal di sekitar sekolah. “Kami hanya menyampaikan aspirasi warga, mudah-mudahan ini diterima dan anak kami dapat bersekolah,” ujar Iwan. 

Sebelas anak-anak tersebut tidak lulus PPDB karena kalah bersaing dengan siswa lain, kendati rumahnya lebih dekat ke sekolah. "Ini karena ada sistem umur, dimana yang lebih tua diluluskan dibandingkan yang masih kecil. Anak-anak warga kita tidak lulus karena umurnya masih kecil," jelas Iwan. Akibat peristiwa itu, Camat Kuranji Eka Putra Buhari mendatangi warga dan kemudian melakukan musyawarah. 

Gara-gara umur "kurang tua" Eka mengatakan sebelumnya pihak sekolah tidak dapat menerima anak tersebut karena sekolah sudah tidak cukup lagi fasilitas daya tampung. 

“Ini biasa saja, ini aspirasi adanya anak masyarakat sekitar yang tidak diterima akibat aturan PPDB , sebab ada aturan nilai, aturan umur dan aturan zona,” ujar Eka sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Sebelas anak-anak itu, kata Eka masuk zona sekolah, namun umurnya belum cukup. Dari musyawarah tersebut telah dicarikan jalan keluar yang bisa diterima semua pihak. “Tadi hasil rapatnya memang ada kekurangan dari sekolah seperti bangku dan fasilitas belajar, ini yang akan kita bicarakan bagaimana nantinya,” ujar Eka. (*)



×
Berita Terbaru Update