Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kasus Positif Covid 19, Sekolah di Padang Pariaman Ditutup Guru 'Dirumahkan'

Kamis, 30 Juli 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-07-30T16:00:05Z

Keceriaan murid di sekolah seperti ini tidak akan terlihat lagi di Padang Pariaman, sebab semua sekolah ditutup untuk sementara waktu, karena ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. (ist)


Padang Pariaman, fajarsumbar.com - Setelah dinyatakan satu warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, semua sekolah di daerah itu ditutup sementara waktu, guru 'dirumahkan'.

Proses belajar dan mengajar (PBM) dilaksanakan jarak jauh terhitung 14 hari ke depan mulai Kamis 30 Juli - 13 Agustus 2020.


Padahal Padang Pariaman sejak tahun ajaran baru 2020/2021 telah dimulai proses belajar mengajar (PBM) dengan tatap muka pada 13 Juli lalu. Sebab daerah tersebut telah dinyatakan zona hijau, sebelumnya semua pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah dinyatakan sembuh. 


Rabu (29/7/2020) kemarin ditemukan lagi satu warga yang positif Covid-19, yang bersangkutan pernah pula kontak erat dengan tenaga pendidik di Padang Pariaman. Untuk memutus mata rantai Covid-19 maka sekolah terpaksa diliburkan 14 hari ke depan.


Keputusan untuk meliburkan sekolah berdasarkan Surat Edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan No. 490/5033/Pemb. SMP/Disdikbud/2020 tentang Penutupan Sementara Satuan Pendidikan untuk memutus mata rantai penyebaran corona virus disease (Covid-19) di satuan pendidikan.


Surat itu diterima media fajarsumbar.com, Rabu (29/7/2020). "Diduga pasien itu ada melakukan kontak erat dengan salah satu tenaga pendidik yang bertugas pada salah satu satuan pendidikan," tulis Kepala Dinas Pendidikan Drs. Rahmang, MM. 


Rahmang meminta agar Kepala Satuan Pendidikan untuk menugaskan guru  supaya memberikan tugas atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) belajar di rumah kepada seluruh siswa yang dibuat sesuai dengan program direncanakan mengacu kalender akademik. 

"Kepala satuan pendidikan diingatkan agar bekerja di rumah sampai batas waktu yang telah ditentukan tanpa kecuali dengan mematuhi peraturan protokoler kesehatan Covid-19," tegas Rahmang.

Kemudian lagi, tulis dia, kepala satuan pendidikan agar menginformasikan ke semua orang tua/wali murid untuk tetap di rumah dan melaksanakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). 


Sementara itu, Kasi Kurikulum dan Kesiswaan H.Hasanuddin,S.Pd, MM yang dihubungi fajarsumbar.com, Kamis pagi (30/07/20) membenarkan sekolah ditutup sementara dan guru mengajar di rumah. Hal itu salah satu upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Sekolah.


"Berkenaan penyampaian materi murid, optimalkan PJJ luring dan berikanlah tugas sesuai mekanis yang telah ada. Jangalah terlalu memberatkan anak didik belajar di rumah," ingat dia. 


Hal demikian, dibarengi adanya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang bersangkutan dengan kontak erat langsung dengan salah seorang guru yang sehari-hari bertugas pada sekolah.


"Untuk sebagai antisipasi, kita telah koordinasi dengan Satgas Covid-19 Kabupaten dan Dinas Kesehatan melakukan langkah-langkah kerja di lapangan sesuai bidang masing," ujar Anih. (saco)

×
Berita Terbaru Update