Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Indonesia Siap Uji Klinis Vaksin Covid 19 dari Korsel pada September 2020

Jumat, 24 Juli 2020 | 05:00 WIB Last Updated 2020-07-23T22:00:03Z
(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.id - Indonesia terus menjalin kerja sama dengan sejumlah negara terkait penanganan COVID-19. 

Selain dengan salah satu perusahaan farmasi asal China, Sinovac, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan Korea Selatan (Korsel) dan Norwegia dalam pengembangan vaksin Corona.

"Indonesia setidaknya tengah menjalin komunikasi intensif antara Bio Farma dengan Sinovac dari RRT (Republik Rakyat Tiongkok/China) untuk jenis inaktivasi virus. 

Kemudian, Kalbe Farma dengan Genexine dari Korsel untuk vaksin DNA dan ketiga Bio Farma dengan Coalition of Epidemic Preparedness Innovations atau disingkat CEPI," kata Retno dalam konferensi pers virtual yang diselenggarakan Kemlu, Kamis (23/7/2020).

Retno mengungkapkan sejauh ini, PT Kalbe Farma Tbk telah menjalin kerja sama dengan perusahaan bioteknologi Korsel, Genexine Inc, dalam meneliti vaksin menggunakan platform jenis vaksin DNA. Bahkan, sejak Juni 2020, KBRI Seoul telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan uji klinis vaksin.

"Sejak Juni 2020, KBRI kita di Seoul, Dubes kita di Seoul, telah memfasilitasi pembahasan kerja sama antara Kalbe Farma dan Genexine. Genexine telah melakukan uji klinis tahap pertama di Korsel hingga Agustus 2020, sedangkan uji klinis tahap kedua direncanakan akan dimulai di Indonesia pada September atau Oktober 2020," jelasnya.

Selain Korsel, Retno mengungkapkan Indonesia tengah mengupayakan kerja sama terkait pengembangan vaksin bersama yayasan CETI di Norwegia. 

Sebab, perusahaan BUMN produsen vaksin dan Antisera, PT Bio Farma (Persero) masuk kategori kandidat manufaktur potensial untuk pengembangan vaksin COVID-19 CEPI.

"KBRI Oslo telah melakukan komunikasi yang sangat intensif memfasilitasi penyampaian proposal kerja sama antara Bio Farma dan CEPI untuk menjajaki peluang kerja sama sebagai mitra pengembangan dan produksi vaksin CEPI. Saat ini Bio Farma termasuk di dalam short list attentional manufactures for COVID-19 in CEPI," jelasnya.

Retno menyebut CEPI merupakan salah satu platform public private partnership (PPP) terdepan dalam pengembangan vaksin, sehingga pihaknya akan mensinergikan upaya dalam memaksimalkan peluang untuk mempersiapkan Bio Farma sebagai mitra CEPI.

Diberitakan sebelumnya, vaksin Corona buatan Sinovac dari China sebentar lagi akan diuji klinis di Indonesia. Sekretaris Kabinet Pramono Agung mengatakan vaksin Corona ini akan segera diedarkan setelah uji klinis dinyatakan berhasil sebagaimana dikutip pada detik.com.

"Mudah-mudahan, kalau ini bisa ditemukan dan approval pada bulan Desember atau Januari, kita akan memproduksi secara besar-besaran dan antivaksin ini akan kita distribusikan ke seluruh provinsi, termasuk prioritas delapan provinsi yang utama," kata Pramono dalam jumpa pers di kanal YouTube Setpres, Selasa (21/7/2020). (*)

×
Berita Terbaru Update