Tes PCR Covid 19 Sumbar 32 Ribu, Jumlah Penduduk 5 Juta

Minggu, 21 Juni 2020, 20:00 WIB Last Updated 2020-06-21T13:00:10Z


(ilustrasi)
Padang, fajarharapan.id - Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Andani Eka Putra menyatakan sudah ada 60 ribu sampel yang dites dengan metode polymerase chain reaction (PCR) di Sumatera Barat. Tes PCR merupakan cara untuk mendeteksi virus corona (Covid-19).

"Penduduk Sumbar lima juta orang. Tes PCR di Sumbar sudah 32 ribu sampel. Jumlah sampel yang kita periksa cukup tinggi," ujarnya, Jumat (19/6/2020).

Andani mengatakan rasio jumlah sampel yang dites dengan jumlah provinsi itu sudah melampaui standar organisasi kesehatan dunia (WHO). Jumlah tes yang dilakukan di Sumbar, lanjutnya, sebanyak 0,6 persen dari jumlah penduduk. Sementara itu, standar WHO hanya 0,1 persen.

Andani mengatakan bahwa rasio bisa lebih dari 0,6 persen jika sampel yang masuk ke laboratoriumnya lebih banyak daripada sampel yang masuk selama ini.

Sejauh ini sampel dari rumah-rumah sakit di Sumbar rata-rata seribu sampel per hari. Padahal, Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Unand dan Balai Veteriner Bukittinggi bisa menguji 3.000 sampel per hari.

"Sampel paling banyak masuk dalam sehari 1.898 sampel. Itu sampel yang paling banyak kami uji dalam sehari sejauh ini. Kalau sampel yang masuk 3.000 sampel sehari, kami bisa memeriksanya," tuturnya.

Jumlah kasus positif di Sumatera Barat bertambah 4 pada Jumat (19/6/2020), sehingga total menjadi 700 kasus. Paling banyak berada di Kota Padang, yakni 498 kasus.

Diikuti di wilayah Padang Panjang (25), Dharmasraya (22), Payakumbuh (20), Pesisir Selatan (18), Agam (19), Bukittinggi (15), Tanah Datar (11 kasus), Padang Pariaman (14), Limapuluh Kota (12), serta Sijunjung (9).
Kemudian di Kabupaten Solok (8 kasus), Mentawai (8 kasus), Solok Selatan (7 kasus), Sawahlunto (2 kasus), Pasaman Barat (2 kasus), Pasaman (2 kasus), Kota Solok (1 kasus), dan Pariaman (1 kasus).

Pasien yang sembuh dari Covid-19 di Sumbar bertambah sebelas orang. Dengan demikian, terdapat 493 pasien yang sembuh atau 70,43 persen dari total jumlah kasus. Sementara itu, jumlah pasien yang meninggal sebanyak 30 orang atau 4,29 persen sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Kini di Sumbar terdapat 26 pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit. Sebanyak 1.243 PDP dinyatakan negatif. Sementara itu, orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 145 orang, sedangkan orang yang selesai dipantau sebanyak 9.325 orang. (*)

Terkini