Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rupiah Turun ke Rp13.885 per Dolar AS

Selasa, 09 Juni 2020 | 05:00 WIB Last Updated 2020-06-08T22:00:02Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.id - Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.885 per dolar AS pada perdagangan pasar spot Senin (8/6/2020) sore. Posisi ini melemah 8 poin atau 0,05 persen dari Rp13.877 pada Jumat (5/6/2020).
Sementara kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp13.956 per dolar AS atau menguat dari Rp14.100 per dolar AS pada Jumat (5/6/2020).

Di kawasan Asia, rupiah hanya melemah dari dolar AS bersama peso Filipina minus 0,23 persen. Sedangkan mata uang Asia lain berada di zona hijau.

Ringgit Malaysia menguat 0,27 persen, won Korea Selatan 0,21 persen, dan baht Thailand 0,2 persen. Lalu, dolar Singapura menguat 0,16 persen, yuan China 0,15 persen, yen Jepang 0,09 persen, rupee India 0,05 persen.
Begitu pula dengan mata uang utama negara maju, mayoritas kompak menguat dari dolar AS. Hanya franc Swiss yang stagnan.
Rubel Rusia menguat 0,84 persen, dolar Australia 0,39 persen, poundsterling Inggris 0,25 persen, dolar Kanada 0,18 persen, dan euro Eropa 0,09 persen.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan dolar AS cenderung melemah karena sentimen dari Fitch Ratings, lembaga pemeringkat internasional. Fitch melihat stimulus moneter dari bank sentral dunia dalam bentuk pembelian surat berharga (quantitative easing) akan mencapai US$5 triliun.

Hal ini memberikan kekhawatiran. Padahal, stimulus dari bank sentral AS, The Federal Reserve sudah mencapai US$4,3 triliun pada Maret 2020, lalu meningkat lagi menjadi US$6,5 triliun.

"ECB (bank sentral Eropa) membeli 120 miliar euro, BoE (bank sentral Inggris) 200 miliar poundsterling, dan BoJ (bank sentral Jepang) 12 triliun yen. Ini memberi dampak bagi dolar AS," ucap Ibrahim, Senin (8/6/2020) sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Sementara bagi rupiah, pergerakan mata uang Garuda dipengaruhi sentimen rilis cadangan devisa yang meningkat US$2,6 miliar menjadi US$130,5 miliar. Menurutnya, meski positif, namun indikator ini belum bisa memberi topangan yang kuat bagi rupiah. (*)
×
Berita Terbaru Update