Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ridwan Kamil: Belum Izinkan Sekolah dan Pesantren Dibuka

Sabtu, 13 Juni 2020 | 20:00 WIB Last Updated 2020-06-13T13:00:07Z
(Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil)
Bandung, fajarharapan.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga kini belum memutuskan membuka kembali kegiatan pendidikan di sekolah, pesantren dan lembaga pendidikan lainnya. 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan pembukaan kembali kegiatan sekolah belum bisa dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, mengaku tak ingin Jabar seperti negara-negara lain di dunia di mana terdapat banyak kasus Covid-19 berasal dari sekolah setelah pelonggaran dilakukan.

"Pendidikan belum dibuka karena kita sedang mengukur sekuat-kuatnya agar tidak ada masalah. Di Prancis, Korea Selatan, di Israel terjadi klaster pendidikan pada saat lockdown dibuka. Ini menjadi pelajaran, kami tidak ingin terburu-buru membuka institusi pendidikan," kata Emil, Sabtu (13/6/2020).

Emil meminta kepada pengurus lembaga yang mengelola dunia pendidikan agar berhati-hati dalam proses pembukaan aktivitas. Termasuk lembaga pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren.

Ia meminta pondok pesantren mengajukan surat permohonan kepada gugus tugas Covid-19 di kabupaten/kota masing-masing apabila ingin membuka aktivitas. Komitmen tersebut adalah penerapan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan di lingkungan pendidikan.

"Termasuk pesantren, kebijakannya adalah sementara pesantren yang diizinkan hanya yang di zona biru dan zona hijau. Kedua, murid yang dari luar Jawa Barat belum diizinkan dulu karena menjaga keterkendalian warga Jawa Barat yang sudah baik," ujarnya.

Emil menekankan selama ini koordinasi dan komunikasi antara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar dengan tokoh agama atau ulama berlangsung intens. 

Menurut dia  Jabar sedang memberikan kemudahan dalam mengendalikan Covid-19 dibanding provinsi lain.

"Tidak lain dan tidak bukan karena kami selalu mendengar masukan ulama, masukan orang-orang yang faham, ilmuwan kesehatan, ilmuwan ekonomi. Kami sebagai gubernur enggak pernah mengambil keputusan sendiri tanpa pandangan dari para ahli, para tokoh-tokoh dan lain sebagainya khususnya para ulama," ujarnya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Bandung memperpanjang masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) proporsional hingga 26 Juni 2020 mendatang. Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyampaikan, beberapa relaksasi akan diberlakukan bagi wilayah yang dipandang bisa dikendalikan.

"Pusat perbelanjaan, mal, hotel, tempat olahraga, dan kegiatan budaya," kata Oded saat konferensi pers di Balai Kota Bandung, Jumat (12/6/2020).

Oded menjelaskan, Wilayah Kota Bandung masih berada di zona kuning berdasarkan hasil kajian epidemiologi. Selain itu, angka penularan di Kota Bandung masih fluktuatif sehingga pihaknya belum bisa membuka akses maksimal aktivitas masyarakat.

Namun ia menegaskan ada beberapa syarat agar tempat-tempat tersebut bisa beroperasi. Syarat utamanya adalah memberlakukan protokol kesehatan maksimal dari mulai masuk hingga keluar lokasi.

Selain itu, tidak semua tempat olahraga dan kegiatan budaya bisa dibuka. Hanya tempat-tempat yang berlokasi di luar ruang dan bisa mengatur pengunjung yang diperkenankan untuk dibuka.

Pembukaan tempat-tempat tersebut masih dibatasi kunjungannya hingga maksimal 30 persen. Hal tersebut sesuai masukan tim ahli gugus tugas.

"Kami akan tetap melakukan pembatasan aktivitas di angka 30 persen karena kita masih berada di zona kuning," ucap Oded.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Bandung mulai merelaksasi untuk menjaga agar ekonomi Kota Bandung tetap bertahan. Sebab, jika Covid-19 ini berkepanjangan, ekonomi Kota Bandung yang mayoritas bergerak di bidang perdagangan dan jasa ini bisa terjun bebas hingga -0,47 persen.

"Saat ini, pertumbuhan ekonomi kita berada di angka berkisar 3,5 persen. Salah satu penyebabnya adalah karena pandemi ini berdampak pada penurunan daya beli rata-rata sebesar 30 persen, membuat ketahanan keluarga relatif lebih lemah dan dampak yang beragam," kata dia sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Namun, para pakar ekonomi memprediksi jika Covid-19 ini bisa dikendalikan dan aktivitas warga bisa mulai membaik, aktivitas ekonomi bisa mempertahankan PAD hingga 41,3 persen. (*)
×
Berita Terbaru Update