Penumpang Pesawat Positif Covid 19 Saat Tiba di Sumbar

Kamis, 11 Juni 2020, 17:00 WIB Last Updated 2020-06-11T10:00:02Z


(ilustrasi)

Padang, fajarharapan.id - PT Angkasa Pura II selaku pengelola Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), membenarkan adanya penumpang pesawat udara yang dinyatakan positif COVID-19. Pihak bandara menegaskan pihaknya tidak kecolongan.

"Memang benar ada penumpang pesawat dari Jakarta yang dinyatakan positif COVID-19 namun itu bukan berarti pihak bandara lalai, temuan ini bukti bahwa Satgas bekerja dengan baik dan ditemukan ada yang positif," kata Eksekutif General Manajer PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Minangkabau Yos Suwagiyono di Padang Pariaman, Senin (8/6/2020).

Selain pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan, dia menjelaskan saat ini semua penumpang pesawat udara yang tiba di Bandara Internasional Minangkabau wajib mengikuti tes swab.

"Yang bersangkutan saat akan berangkat pada 3 Juni 2020 ke Padang semua dokumen lengkap dan dinyatakan layak terbang di bandara keberangkatan," ujarnya.

Setiba di Bandara Minangkabau, penumpang itu menjalani tes swab atau pengambilan cairan saluran pernapasan. Berdasarkan hasil pengujian laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, penumpang tersebut dinyatakan positif pada 6 Juni 2020.

Karena itu, Yos Suwagiyono mengatakan kurang tepat jika ada pihak yang menyatakan lolos pemeriksaan atau kecolongan. Sebab, dengan adanya temuan ini, yang bersangkutan dapat diisolasi untuk memutus mata rantai penyebaran.

Sejalan dengan itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Padang Jalil mengatakan dapat saja kemungkinan yang bersangkutan saat akan berangkat melakukan tes cepat.
Dia menyampaikan, di banyak negara, tes cepat COVID-19 tidak akurat dan metode terbaik untuk mendeteksi COVID-19 saat ini adalah lewat tes swab.

Kepala Kantor Otoritas Bandara wilayah VI Padang Agus Subagyo memaparkan sejumlah syarat perjalanan yang harus dipenuhi calon penumpang pesawat selama masa pandemi, yaitu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menjaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan, dan tidak menyentuh wajah.

Kemudian menunjukkan identitas KTP; surat tugas perjalanan dinas bagi ASN, TNI, dan Polri; serta menunjukkan hasil tes uji cepat COVID-19 yang dinyatakan negatif. Berikutnya membuat surat pernyataan di atas meterai dengan diketahui kepala desa atau lurah.

Dia menambahkan calon penumpang sudah harus berada di bandara tiga sampai empat jam sebelum berangkat guna pemeriksaan dokumen.

Saat akan berangkat, penumpang akan menjalani pemeriksaan dokumen tersebut, termasuk mengisi Health Alert Card, kemudian pemeriksaan kesehatan oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan dengan menerbitkan surat keterangan kesehatan.

Sebelumnya, seorang perantau asal Nagari Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, AS (25), terkonfirmasi positif COVID-19 setelah pulang dari Jakarta menggunakan pesawat terbang.

"Yang bersangkutan pulang sekitar tiga hari yang lalu bersama tunangannya menggunakan pesawat terbang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman Yutiardi Rivai.

Yutiardi mengatakan, ada kemungkinan saat akan naik pesawat di Jakarta, AS mengaku negatif COVID-19 karena sudah menjalani tes cepat tapi yang bersangkutan tidak menunjukkan hasil pemeriksaan tersebut sebagaimana dikutip pada detik.com.

Ia menyampaikan, sesampai di Bandara Internasional Minangkabau, swab AS diuji petugas tapi yang bersangkutan harus menunggu hasilnya dan tidak menjalani karantina sehingga bisa pulang ke rumah orang tuanya. (*)

Terkini