Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemkab Solsel Cadangkan 100 Ton Sembako Penerima BLT

Rabu, 03 Juni 2020 | 08:35 WIB Last Updated 2020-06-03T01:35:02Z
Salah seorang penerima BLT APBD Solok Selatan, hilir mudik membawa identitas, untuk mendapatkan BLT.

Solsel, fajarharapan.id - Warga Solok Selatan (Solsel) yang belum terdaftar dalam bantuan sosial Covid-19,  tak usah kecewa. Sebab cadangan sembako Pemkab ada 100 ton lebih.

Cadangan sembako yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan sebanyak 100 Ton lebih, ditambah dengan sembako dari berbagai perusahaan, disiapkan untuk masyarakat yang belum mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT). 

Kemudian ditambah dengan sembako dari CSR perusahaan yang di kumpulkan berupa beras dan sembako lain seperti minyak goreng dan sebagainya. 

Pemkab juga akan mengalihkan BLT masyarakat yang bisa saja terdaftar ganda atau tidak berhak menerimanya dikarenakan tercatat sebagai ASN, TNI/Polri, dan hal lainnya, kepada masyarakat lain yang belum terdata. 

Demikian ketua gugus tugas covid-19 Solok Selatan Abdul Rahman, kepada Media ini, Selasa (2/6), ketua gugus yang juga Plt Bupati Solok Selatan sering menerima keluhan terkait bantuan covid ini.

" Hampir setiap hari warga menelpon bahkan mendatangi rumah dinas" ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengakui bisa saja diantara masyarakat belum terdata sebagai penerima BLT. Baik dikarenakan keterbatasan alokasi anggaran, persoalan administrasi, atau persoalan lain. 

“Jadi kalau sudah 84 % yang sudah mendapatkan bantuan, berarti tinggal 16 persen yang belum mendapatkannya. Ditambah dengan para perantau yang pulang kampung, atau karena ketiadaan Kartu Keluarga yang mungkin juga sangat membutuhkan. Untuk itu sepanjang kemampuan kita ada, tetap di berikan bantuan melalui sembako yang memang sudah kita siapkan,” terangnya

Bagi masyarakat yang belum mendapatkan bantuan, maka diharapkan Dinas Sosial, Kenagarian, dan juga Jorong untuk segera melakukan pendataan dan pengusulannya. Termasuk pendataan pengembalian BLT Kabupaten akibat ganda dengan bantuan lainnya. Pengusulan ini nantinya tentu betul-betul untuk masyarakat yang sangat membutuhkan di tengah pandemi covid ini.

“Jadi kita harapkan secepatnya di data, kita update sambil berjalan. Termasuk juga verifikasi data yang ganda. Jadi tidak boleh ada overlaping. Jika sudah mendapatkan bantuan dari skema yang lain, maka tidak boleh lagi mendapatkan bansos kabupaten," ujarnya mengingatkan

Oleh sebab itu, mulai hari ini sudah instruksikan agar segera mungkin di distribusikan BLT Kabupaten ke seluruh nagari nagari dan sambil berjalan kita lakukan verifikasi. 

"Jika ganda, dana tersebut kita tahan, dan kita alihkan kepada yang belum mendapatkan BLT nantinya. Segera diusulkan masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan yang belum terdata sebagai penerima BLT,” ujar Rahman. (Abg)

×
Berita Terbaru Update