Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pegawai Kemenag Rapid Test Massal, Hasilnya...

Selasa, 02 Juni 2020 | 16:02 WIB Last Updated 2020-06-02T09:04:51Z
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan hadiri kegiatan RDT massal dilaksanakan Gugus Tugas Covid-19 terhadap pengurus masjid, serta Garin, Bilal, imam, khatib hingga guru ngaji di seluruh Kabupaten Dharmasaya.

Dharmasraya, fajarharapan.id 
- Menuju era New Normal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya terus dengan gencar melakukan pemutusan mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).


Melalui Tim Gugus Tugas Covid-19 penekanan virus tersebut dengan melakukan Rapid Diagnostik Test (RDT) massal kepada seluruh pegawai Kemenag serta pengurus, garin, guru ngaji, imam, katib, Bilal, dan masyarakat tergabung dalam kepengurusan agama di Mesjid atau mushalla se-Dharmasraya, bertempat di gedung olahraga Sport Center Selasa (2/6/20). 

Kegiatan RDT terhadap seluruh penyuluh agama, pengurus masjid, imam, gharin, khatib hingga bilal masjid se Dharmasraya, tersebut akan berlangsung selama Dua hari kedepan. 

Hari pertama ini dilaksanakan untuk wilayah Kecamatan Pulau Punjung. Sedangkan untuk hari berikutnya, digelar untuk Kecamatan IX Koto, Timpeh, Padang Laweh, Sitiung, Koto Baru, Tiumang, Koto Salak, Sungai Rumbai, Koto Besar, dan Kecamatan Asam Jujuhan. 

Tes massal dilakukan ini, untuk mendeteksi dan menekan penyebaran Covid-19 dalam menuju pemberlakukan New Normal di wilayah Provinsi Sumatera Barat. 

"Kegiatan ini, sesuai dengan arahan Presiden RI, bahwasanya pemerintahan daerah harus memastikan kesiapan untuk masuk ke fase new normal. Makanya, dalam rangka mencegah dan menekan penyebaran Covid-19, perlu dilakukan  RDT massal dengan masif dan menyentuh keseluruh lini.," Sebut Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat meninjau langsung RDT massal tersebut. 

Ia juga menjelaskan, setelah  memasuki fase new normal, masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal, namun dengan catatan mentaati protokoler kesehatan, sesuai dengan amanat pemerintah. Seperti tidak bersentuhan, dengan harus menjaga jarak, wajib pakai masker, dan rajin cuci tangan. 

Bupati termuda itu juga berharap kepada seluruh masyarakat Dharmasaya, agar menjaga disiplin diri dalam mematuhi protokol kesehatan, sehingga dapat beradaptasi dengan situasi di tengah pandemi, agar aktivitas lancar dan aman dari segala bentuk virus akan menyerang. 

Bupati juga menyebutkan, diperkirakan pekan depan, aktivitas sholat berjama'ah di Masjid dan Mushalla telah dapat dilaksanakan seperti biasa. Namun tetap dengan catatan, harus tetap taat pada protokol kesehatan. Serta memastikan, bahwasanya jemaah ikut sholat merupakan masyarakat lingkungan setempat. 

"Mohon info ini disampaikan keseluruh masyarakat. Diharapkan juga kesepakatan kita bersama dengan satu tujuan, untuk memutus rantai penyebaran Covid 19, dan tetap disiplin, sehingga menjadi kebiasaan untuk kita lakukan, dan akhirnya kita semua dapat melewati masa sulit menghadapi pandemi,  hingga kembali kepada kehidupan normal," terang Raja Muda Koto Besar itu. 

Secara terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Dharmasraya, Abdel Haq, berikan apresiasi kepada Pemkab Dharmasraya, terutama Bupati serta  tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19. Karena telah bergerak cepat dan masif dalam menyelamatkan masyarakat dari paparan virus Corona. 

"Pemkab Dharmasraya tidak ada duanya dalam memutus mata rantai penularan Covid-19. Daerah lain baru berfikir, sedangkan Dharmasraya sudah melakukannya," kata Abdel Haq. 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya, dr. Rahmadian, juga merupakan Juru Bicara (Jubir) Percepatan Penanganan Covid 19, juga menambahkan, hingga saat ini telah dilakukan RDT untuk 4.000 orang warga Dharmasraya, baik masyarakat umum, maupun pejabat pemerintahan. 

Dari hasil RDT tersebut, sebanyak, 71 orang ditemukan hasil reaktif. Setelah dilakukan swab test di Laboratorium FK Unand Padang, maka dinyatakan sebanyak 20 orang terkonfirmasi positif Covid-19. Hingga berita ini di turunkan, sebanyak 12 orang telah dinyatakan sembuh total, sedangkan 8 orang lagi masih dalam menjalani isolasi mandiri, pungkas dr. Rahmadian. S. (Fatafza)
×
Berita Terbaru Update