Pasar Atas Bukittinggi Dirancang dengan Konsep "Green Building"

Jumat, 19 Juni 2020, 13:00 WIB Last Updated 2020-06-19T06:00:02Z


(Bukittinggi)

Bukittinggi, fajarharapan.id - Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo meresmikan Pasar Atas atau yang disebut juga dengan Pasa Ateh di Bukittinggi. Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengungkapkan, rekonstruksi dilakukan lantaran bangunan pasar terbakar pada 30 Oktober 2017 silam.
 
Adapun rekonstruksi ini menghabiskan anggaran mencapai Rp 292 miliar. Dia berharap, dengan selesainya pembangunan, Pasar Atas dapat menjadi destinasi wisata belanja di Bukittinggi. Ini karena, pasar tersebut merupakan salah satu pusat perdagangan terbesar di Sumatera Barat. 

Tak hanya itu, pasar yang memiliki nilai sejarah bagi masyarakat ini juga terletak berhadapan langsung dengan obyek wisata Jam Gadang. "Dan akan berkolaborasi dengan destinasi-destinasi wisata lainnya. 

Terlebih pasar ini berada di jantung Kota Bukittingi, apalagi berhadapan dengan Jam Gadang," tutur Ramlan saat peremina secara virtual, Kamis (18/6/2020). 

Setelah peresmian, Ramlan mengatakan, pihaknya akan langsung memproses kontrak dengan pihak penyewa. Namun untuk penempatan paedagang, Ramlan menuturkan, pengelola akan memprioritaskan pedagang yang sebelumnya memiliki hak sewa di pertokoan yang lama. 

"Sekarang ini telah didata semuanya dan kami minta untuk mendaftar kembali. Dan nantinya kamiakan gunakan sistem sewa," kata Ramlan. Konsep green building Jhon Wempi mengatakan, pasar ini didesain dengan konsep ramah lingkungan atau green building. 

Selain itu, bangunannya juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas bagi masyarakat dan pedagang. Menurutnya, gedung pasar tidak dilengkapi dengan pendingin ruangan. Dia menyebut, sirkuasi udara di dalam pasar telah desain sedemikian rupa sehingga dapat menghemat energi. "Dalam proses pembangunan kembali didsain dengan konsep green bulding sehingga sirkulias udara membaik," tutur dia. 

Direktur Bina Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti mengatakan, pembangunan pasar dilaksanakan sejak Bulan Agustus 2018 dan seelsai pada Bulan Desemberi 2019. Atap pasar juga didesain dengan material yang tembuus cahaya. 

Guna mengurangi penggunaan energi, Diana mengatakan, pasar ini juga dilengkapi dengan pembangkit listrik tenaga surya. Tak hanya itu, kontraktor pelaksana juga melakukan pembangunan dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan dalam hal pemilihan material, pembuangan limbah konstruksi, dan penerapan manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. 

Bangunan pasar didirikan di atas lahan seluas 39.729 meter persegi. Diana menambahkan, gedung ini terdiri dari empat lantai dan satu buah basement. "Fasilitas lantai basement memiliki parkir lot untuk 202 mobil dan 20 parkir sepeda," ucap Diana. 

Adapun total jumlah kios di pasar ini sejumlah 835 unit, dengan rincian, lantai dasar sejumlah 257 kios. Kemudian lantai satu terdapat 287 kios, lantai dua mmeiliki 276 kios. Sedangkan lantai tiga terdiri dari 24 kios serta area foodcourt sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Diana menambahkan, fasilitas lain yang terdapat pada pasar ini antara lain ruang terbuka hjau, toilet umum serta toilet bagi para penyandang disabilitas, ruang laktasi, mushala, lift, hingga elevator. (*)



Terkini

Hukrim

+