Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pandemi Covid 19, Ospek Kampus Dilakukan secara Online

Jumat, 26 Juni 2020 | 13:00 WIB Last Updated 2020-06-26T06:00:06Z
(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.id - Pandemi virus corona berdampak pada segala lini, tak terkecuali kehidupan kampus. Terkait dengan masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) bahkan mengeluarkan panduan khusus untuk ospek mahasiswa baru tahun 2020. 

Pada intinya, ospek tidak boleh dilakukan secara tatap muka. Saat dikonfirmasi, Plt. Dirjen Dikti Nizam membenarkan adanya panduan tersebut. "Pengenalan mahasiswa baru dilakukan secara daring (online)," kata Nizam, Kamis (25/6/2020). 

Lanjutnya, materi yang akan diberikan dalam ospek sudah diatur dalam panduan Dikti. Baca juga: Ramai soal Mahasiswa di Malang Disebut Suspect Corona, UB: Tidak Benar Pemberian materi Mengenai bentuknya, pemberian materi dilakukan dengan metode ceramah atau metode lain. 

Tergantung kondisi daring serta memanfaatkan media kreatif/teknologi informasi yang familiar dengan generasi milenial. Sehingga mahasiswa bisa tetap tinggal di rumah masing-masing sambil menyimak materi ospek. 

Menurut panduan dari Dikti, kegiatan ospek dilaksanakan 2-5 hari. Dimulai pukul 07.00-17.00 atau disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan setiap institusi. Lalu materi apa saja yang akan didapat oleh para mahasiswa baru ( maba)? 

Berikut ini panduan dari Dikti: 1. Pembinaan kesadaran bela negara Lihat Foto Tak kurang dari 2000 mahasiswa baru Universitas Atmajaya Jakarta serempak menggunakan masker hijau bertulis Hutanku Napasku, Sabtu (17/8/2019). 

Aksi ini merupakan bagian dari program yang digagas Hutan itu Indonesia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya hutan.(DOKUMENTASI HUTAN ITU INDONESIA) Materi yang akan didapat maba adalah tentang kesadaran bela negara. Hal ini penting karena ini merupakan bagian dari upaya membangun sistem pertahanan negara. 

Selain itu juga merupakan upaya yang strategis dalam rangka menumbuhkan sikap dan perilaku setiap warga negara. 2. Kehidupan berbangsa dan bernegara Materinya berupa pemahaman tentang Pancasila sebagai dasar negara atau ideologi negara. 

Tak hanya itu, tapi juga Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhineka Tunggal Ika. 3. Pembinaan gerakan nasional revolusi mental Revolusi mental adalah tentang Indonesia melayani, bersih, tertib, mandiri, dan bersatu. 

Sistem Pendidikan Tinggi di Indonesia Materi tersebut terdiri atas: Pengenalan sistem pendidikan tinggi di Indonesia Kebijakan Merdeka Belajar: Kampus Merdeka Program membina mahasiswa melalui General Education, yaitu sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang menekankan keterkaitan antar cabang ilmu dalam rangka membangun basis yang lebih luas dalam keilmuan dengan saling berdialog antara mahasiswa dari berbagai macam disiplin ilmu. 

Pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, norma kehidupan kampus, plagiarisme, pencegahan pelecehan seksual di kampus, penyalahgunaan narkoba, dan anti korupsi dan terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui media sosial. 

Pembentukan karakter mahasiswa yang menghargai kemanusiaan dan membangun kesehatan mental mahasiswa. Pencegahan dan penanggulangan intoleransi, radikalisme, terorisme, dan penyebaran paham-paham yang bertentangan dengan ideologi negara. 

Kiat sukses/motivasi belajar di perguruan tinggi (akademik dan non akademik) serta menggali jiwa kewirausahaan, prospek dan peluang kerja setelah lulus dari perguruan tinggi Materi lain yang dipandang perlu sesuai dengan kebutuhan mahasiswa dan perguruan tinggi Kegiatan kemahasiswaan dan organisasi kemahasiswaan. 

5. Perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0 Mahasiswa akan diajak beradaptasi dengan kondisi saat ini, yaitu era revolusi industri 4.0. Selain itu juga mengenal kehidupan baru pasca pandemi (new normal). Materi tersebut penting, mengingat saat ini masyarakat perlu bertahan hidup di tengah pandemi. 

6. Kesadaran lingkungan hidup dan hadapi bencana Mahasiswa perlu menyadari pentingnya merawat lingkungan hidup dan bersiap siaga mengahadapi bencana yang bisa datang sewaktu-waktu sebagaimana dikutip pada kompas.com.

Perguruan Tinggi dapat mendeskripsikan materi lebih teknis dan metode pelaksanan yang disesuaikan dengan karakteristik berdasarkan kebutuhan masing-masing dengan tetap berpedoman pada panduan dari Dikti. Nizam menambahkan materi yang sifatnya pengenalan masing-masing kampus dikembangkan oleh kampus masing-masing. (*)
×
Berita Terbaru Update