Mantan Pejabat Ditjen Pajak Dituntut 9,5 Tahun Penjara

Rabu, 17 Juni 2020, 13:00 WIB Last Updated 2020-06-17T06:00:06Z


(mantan kepala KPP PMA Yul Dirga)

Jakarta, fajarharapan.id - Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta agar Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 9 tahun 6 bulan pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap mantan Kepala‎ Kantor Pelayanan Pajak Penanaman Modal Asing (KPP PMA) 3 Jakarta, Yul Dirga. 

Jaksa meyakini, Yul Dirga bersama-sama menerima suap dari tiga pemeriksa pajak KPP PMA 3 Jakarta yaitu Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi menerima suap dari Komisaris PT Wahana Auto Ekamarga Darwin Maspolim dan Katherine Tan Foong Ching selaku Chief Financial Officer Wearnes Automotive PTE LTD. Yul Dirga juga diyakini menerima gratifikasi terkait dengan jabatannya dari sejumlah wajib pajak di wilayah KPP PMA 3 Jakarta. 

"Menuntut agar Majelis Hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Yul Dirga berupa pidana penjara selama 9 tahun dan 6 bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dan pidana denda sebesar Rp 300 juta subsidair 4 bulan kurungan," kata Jaksa KPK Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/6/2020).

Tak hanya pidana pokok, Jaksa l KPK juga meminta Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman tambahan kepada Yul Dirga berupa kewajiban membayar uang pengganti sebesar 133.025 dollar AS, 49 ribu dollar Singapura dan Rp 25 juta. Uang pengganti tersebut selambat-lambatnya 1 bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap. 

Jika dalam waktu tersebut tidak dibayar maka harta benda Yul Dirga disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Bila hasil lelang  masih belum mencukupi, Yul Dirga bakal dipidana selama dua tahun penjara.

Dalam tuntutannya, Jaksa meyakini Yul Dirga bersama-sama Hadi Sutrisno, Jumari dan Muhammad Naim Fahmi menerima suap dari Darwin Maspolim dan Katherine Tan Foong Ching sebesar  34.625 dollar AS dan Rp25 juta. 

Suap diberikan agar Yul Dirga, Hadi Sutrisno, Jumari dan Naim Fahmi menyetujui permohonan lebih bayar pajak atau restitusi yang diajukan PT WAE tahun pajak 2015 sebesar Rp 4,592 miliar dan 2016 sejumlah Rp 2,777 miliar.  

Tak hanya itu, Jaksa juga meyakini Yul Dirga menerima gratifikasi dari sejumlah wajib pajak dengan total sebesar 98.400 dollar AS dan 49 ribu dollar Singapura. Pada hari yang sama Jaksa KPK juga meminta Majelis Hakim menjatuhkan hukuman untuk Sutrisno, Jumari, dan Naim Fahmi sebagaimana dikutip pada republika.co.id.

Kepada Hadi Sutrisno dan Jumari jaksa meminta agar mereka dihukum 5 tahun pidana penjara dan denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan. Sementara Naim Fahmi dituntut 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan. (*)

Terkini