Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Malam Ini Hujan Meteor Bootid Bisa Dilihat Tanpa Alat Bantu

Sabtu, 27 Juni 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-06-27T16:00:02Z
(ilustrasi)
Jakarta, fajarharapan.id - Puncak hujan meteor Bootid dilaporkan akan berlangsung pada Sabtu (27/6/2020) malam. Pengamat bisa melihat lebih banyak meteor yang jatuh per menit.

Dari Jakarta, hujan meteor akan aktif ketika senja hingga sekitar pukul 02.04 WIB. Namun, pengamat sebenarnya sudah bisa menikmati hujan meteor ini sejak 22 Juni hingga 2 Juli mendatang.

Hujan meteor akan menampilkan momen terbaiknya sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, titik radiant berada di titik paling tinggi di langit.

Hujan meteor Bootid dikenal sebagai hujan meteor yang lambat dan terang. Kecepatan meteor itu sekitar 64 ribu kilometer perjam, sepertiga lebih lambat dari hujan meteor tahunan lainnya.

Observatorium Bosscha mengabarkan meteor Bootid terletak dekat konstelasi Bootes, bintang Nekkar. Dalam informasinya, jumlah meteor yang akan dilihat dalam satu jam aktivitas puncak bervariasi.

Bosscha menyampaikan puncak hujan meteor Bootid dapat disaksikan dengan mata telanjang. Akan tetapi, hal itu bisa dilakukan jika kondisi langit tidak dipenuhi cahaya.

"(Puncak hujan meteor Bootid) dapat dilihat tanpa alat bantu dalam kondisi langit gelap," kutip Observatorium Bosscha.

Sumber dari meteor Bootid adalah komet 7P / Pons-Winnecke, yang mengorbit Matahari setiap 6,37 tahun sekali. Komet mengikuti jalur elips yang membawanya dari titik dekat orbit Bumi ke tepat di luar orbit Jupiter. Pons-Winnecke terakhir kali mengunjungi tata surya bagian dalam pada tahun 2002 sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Pada tanggal 27 Juni 1998, pengamat langit di bagian utara dapat melihat sebanyak 100 meteor per jam selama ledakan yang berlangsung selama 7 jam. Peristiwa itu ternyata bukan pertama kalinya terjadi. Ledakan serupa dari rasi Boot telah direkam pada tahun 1916, 1921 dan 1927. (*)

×
Berita Terbaru Update