Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

India dan Singapura Juga Tiadakan Ibadah Haji 2020

Selasa, 02 Juni 2020 | 23:00 WIB Last Updated 2020-06-02T16:00:02Z
(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.id - Kebijakan penguncian wilayah (lockdown) karena pandemi virus corona berimbas pada jadwal perjalanan jemaah haji 2020 di India. Sekitar 12 ribu calon jemaah haji di Maharashtra. India terancam tidak bisa berangkat karena tidak ada fasilitas transportasi yang bisa digunakan.

Pedoman baru yang dikeluarkan Pemerintah Pusat India dan Negara Bagian Maharashtra pada Minggu (31/5/2020) memperjelas bahwa tidak ada layanan transportasi udara dan darat termasuk kereta api dan bus selama Juni.

Surat edaran yang dikeluarkan oleh pemerintah negara bagian melarang semua jenis transportasi antarnegara beroperasi hingga 30 Juni.
Sementara rencana penerbangan pertama untuk jemaah haji akan dilakukan pada 30 Juni. Dengan kata lain, kecil kemungkinan hal itu akan terlaksana.
"Proses aplikasi daring untuk para jemaah haji telah dibuka sekitar Oktober (lalu). Untuk Maharashtra, kami memiliki kuota sebesar 12.000 jamaah dan sebanyak 39.000 orang telah mendaftar," ujar Komite Haji Maharashtra, Jamal Siddiqui.

Untuk menentukan 12 ribu jemaah yang akan berangkat, pemerintah India sempat menggunakan sistem lotere. Shiddiqui mengakui jika jemaah sempat bingung dengan nasib kelanjutan rencana keberangkatan haji mereka.

"Dengan ketidakpastian tentang ibadah haji, orang-orang juga kebingungan. Saya ingin membuat satu permohonan kepada Pemerintah untuk membuat pengumuman awal tentang ibadah tersebut dan Komite Haji India (bisa) mengembalikan uang yang disetor calon jamaah," ujarnya.

Siddiqui mengatakan pihaknya telah mengirimkan surat kepada Menteri Persatuan India, Mukhtar Abbas Naqvi untuk menjelaskan hal tersebut. Seperti halnya Siddiqui, Wakil Presiden Komite Tanzeem Tengah (TCT) Shahid Naseem Khan juga beranggapan jika tahun ini India meniadakan ibadah haji sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Beberapa orang di negara bagian Nagpur, India mengatakan Komite Haji harus mulai mengembalikan uang para calon jamaah karena sudah hampir pasti ibadah tersebut ditiadakan tahun ini. (*)
×
Berita Terbaru Update