Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hari Ini 11 Provinsi tidak Ada Penambahan Kasus Covid-19

Selasa, 02 Juni 2020 | 20:00 WIB Last Updated 2020-06-02T13:00:10Z
(ilustrasi)

Jakarta, fajarharapan.id - Sebanyak 11 provinsi tidak mengalami penambahan kasus positif Covid-19 pada Selasa (2/6/2020). Jumlah ini sebenarnya menurun dibanding pada Senin (1/6/2020) kemarin, saat nihil penambahan kasus positif terjadi di 15 provinsi.
Kesebelas provinsi yang tidak mencatatkan ada penambahan kasus pada hari ini adalah Aceh (kasus kumulatif 20 orang), DI Yogyakarta (237 orang), Jambi (97 orang), Kalimantan Barat (196 orang), Kalimantan Utara (165 orang), Sulawesi Tenggara (244 orang), Sulawesi Tengah (128 orang), Riau (117 orang), Maluku (223 orang), Sulawesi Barat (92 orang), dan NTT (97 orang).

Kendati ada 11 provinsi yang nihil penambahan kasus, masih ada beberapa provinsi yang mencatatkan penambahan cukup tinggi. Jawa Timur kembali duduk di peringkat pertama penambahan kasus pada hari ini, dengan 213 kasus baru. Kemudian diikuti Papua dengan 94 kasus, DKI Jakarta dengan 60 kasus, Sulawesi Selatan 44 kasus, dan Sumatra Selatan dengan 24 kasus baru.

"Ada juga empat provinsi yang melaporkan ada 1 penambahan kasus positif," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, Selasa (2/6/2020).

Yurianto menyebutkan, penambahan angka kasus positif yang cukup tinggi menunjukkan bahwa penularan masih terjadi di tengah-tengah masyarakat. Artinya, masih saja ada orang pembawa virus corona, baik dengan atau tanpa gejala, yang dengan mudah menularkannya ke orang lain.

"Masih ada orang yang rentan abaikan protokol kesehatan dan belum melakukan adaptasi kebiasaan baru," katanya sebagaimana dikutip pada republika.co.id.

Yurianto kembali mengajak masyarakat untuk membiasakan dengan pelaksanaan protokol kesehatan dalam memasuki kenormalan baru. Menurutnya, sejumlah kebiasaan yang dulu dianggap lumrah harus diubah, terutama aktivitas yang biasanya dilakukan dalam keramaian. Misalnya, proses pemeriksaan bayi di Posyandu yang dulu dilakukan para ibu secara beramai-ramai, kini harus dilakukan dengan penjadwalan agar tidak terjadi penumpukan massa. (*)
×
Berita Terbaru Update