Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gubernur Jawa Timur Dukung Penuh Penelitian Obat COVID 19 Unair

Senin, 15 Juni 2020 | 13:00 WIB Last Updated 2020-06-15T06:00:03Z
obat covid 19 penelitian Unair (detik.com)

Surabaya, fajarharapan.id - Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya telah menemukan obat untuk penanganan COVID-19. Namun, obat-obat ini belum bisa langsung dikonsumsi oleh pasien-pasien yang terkena virus Corona.
 
Meski demikian, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku cukup senang mendengar peneliti Unair telah menemukan obat untuk penanganan COVID-19.

Khofifah mengatakan pihaknya akan mendukung penuh agar para peneliti Unair bisa mengembangkan obat-obatan tersebut. Serta mempersilakan untuk berkolaborasi dengan Gugus Tugas Covid Indonesia dan Badan Intelijen Negara (BIN).

"Intinya, Pemprov Jatim mendukung Unair untuk mengembangkan penelitian obat-obat temuannya. Karena ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat penanganan COVID-19 di Jatim bahkan di Indonesia," kata Gubernur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (14/6/2020).

Tak hanya itu, Khofifah menyampaikan pihaknya akan memberikan kesempatan bagi tim peneliti agar obat-obat tersebut nantinya bisa diteliti dan dikembangkan di rumah sakit rujukan milik Pemerintah Provinsi Jatim.

"Lewat penelitian ini, kami berharap akan bisa meningkatkan rasio angka kesembuhan serta dalam waktu yang sama bisa menurunkan angka kematian akibat COVID-19 di Jawa Timur," imbuh Khofifah.

Seperti diketahui bersama, peneliti Unair menemukan lima kombinasi obat untuk COVID-19. Kombinasi obat tersebut yakni Lopinavir, ritonavir dan azitromisin, Lopinavir, ritonavir dan doksisiklin, Lopinavir, ritonavir dan klaritromisin, Hidroksiklorokuin dan azitromisin dan Hidroksiklorokuin dan doksisiklin.

Salah satu perwakilan dari tim peneliti Unair, dr Purwati mengatakan pihaknya telah meneliti 14 regimen obat. Dari keseluruhan regimen itu, didapatkan lima kombinasi tersebut, obat yang mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus dan dirasa mampu menghambat perkembangbiakan virus Corona.

"Dengan menurunnya jumlah virus bahkan sampai tidak terdeteksi dengan regimen obat ini maka bisa memutus mata rantai penularan," kata Purwati sebagaimana dikutip pada detik.com.

Terkait peredaran obat, sebenarnya obat-obat ini sudah beredar di pasaran. Artinya temuan kombinasi obat dari Unair ini telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). (*)

×
Berita Terbaru Update