Fakta Kucing Emas Langka yang Terpangkap di Sumbar

Jumat, 19 Juni 2020, 05:00 WIB Last Updated 2020-06-18T22:00:05Z


(kucing emas yang terperangkap di Sumbar)
Jakarta, fajarharapan.id - Seekor hewan langka, kucing emas (Catopuma temminckii), terkena jeratan perangkap babi di perkebunan milik warga di Nagari atau Desa Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada Rabu (17/6/2020) kemarin.

Alhasil, perangkat babi itu melukai kaki kiri bagian depannya. Catopuma temminckii merupakan salah satu hewan langka yang dijuluki The Asiatic Golden Cat.

Secara umum kucing emas ini memiliki ukuran kaki yang relatif panjang dan penampilannya mirip dengan kucing emas Afrika (Caracal aurata).

Namun berdasarkan analisa genetik, Catopuma temminckii memiliki hubungan dekat dengan kucing teluk Kalimantan (Catopuma badia) dan kucing marmer (Pardofelis marmorata).

Menurut CatSG, kucing emas ini memiliki dua subspesies yaitu Catopuma temminckii di Pulau Sumatra dan Semenanjung Melayu lalu Catopuma temminckii moormensis di Nepal, Myanmar Utara, China, Tibet, dan Asia Tenggara.

Berikut fakta-fakta terkait kucing emas Catopuma temminckii:

1. Kucing api

Di Thailand, kucing ini juga disebut sebagai kucing api. Sebab, menurut legenda dengan membawa bulu hewan ini bisa melindungi dari serangan harimau. Sementara, membakar kulit binatang ini bisa digunakan untuk mengusir harimau dari desa, seperti dikutip Animalia
 
Sementara di China, hewan ini dikenal sebagai leopard kuning atau kucing batu. Mereka juga menamakan kucing besar ini sesuai bulu mereka. Mereka yang berbulu gelap dinamakan leopard tinta. Sementara yang berbulu bintik disebut leopard wijen.

2. Buta saat lahir

Hewan ini buta saat baru lahir. Mereka baru bisa melihat setelah 6 hingga 12 hari dari saat melahirkan. Bulu mereka saat lahir tak beda dengan bulu ketika dewasa.

3. Kulit dan tulang diburu

Ancaman utama dari hilangnya habitat kucing emas akibat deforestasi hutan tropis dan subtropis. Tak sedikit hutan di Asia Tenggara yang mengalami laju defortasi ini karena perluasan perkebunan kelapa sawit, kopi, akasia, dan karet.

Eksistensi kucing emas juga terancam oleh perburuan liar yang mengincar kulit dan tulang mereka untuk dijadikan obat tradisional serta dagingnya yang dianggap cukup enak untuk dimakan.

Di beberapa daerah, masyarakat setempat percaya bahwa daging kucing emas dapat meningkatkan stamina tubuh.
4. Dinamakan dari zoologis Belanda
Nama latin hewan ini diambil pertama kali pada 1827 dari Coenraad Jacob Temminck, seorang zoologis Belanda.
5. Terdaftar sebagai hewan yang hampir punah
Menurut laman IUCN (International Union for Conservation of Nature and Natural Resources), kucing emas Catopuma temminckii masuk ke daftar merah hewan yang terancam punah atau juga bisa disebut langka. 

Status hampir punah itu disematkan untuk beberapa daerah tertentu karena distribusi spesiesnya terbatas dan tidak merata.

Namun yang pasti, jumlah kucing emas Asia diperkirakan terus menurun karena semakin mengikisnya habitat mereka akibat perburuan ilegal.

6. Habitat kucing emas di hutan cemara beriklim tropis dan subtropis
Mengutip Cats.org, Kucing emas Asia memiliki habitat yang mirip dengan macan tutul dan kucing marmer yaitu di hutan cemara beriklim tropis dan subtropis yang lembab. 

Terkadang muncul lapora bahwa mereka banyak ditemukan di semak-semak belukar dan padang rumput bahkan daerah yang berbatu.

Sebab, kucing ini sempat teridentifikasi berada pada ketinggian bukit yang relatif tinggi yaitu 3.050 meter di Sikkim, India dan Taman Nasional Jigme Sigye Wangchuk, Bhutan.

7. Tak takut mangsa hewan yang lebih besar

Kucing emas Asia masuk kategori hewan pemburu terestrial. Istilah terestrial merujuk pada hewan-hewan yang biasa berkeliaran di atas tanah.

Selain itu banyak mengklaim bahwa kucing ini pandai mendaki. Mereka biasanya memangsa tikus-tikus besar.
Namun ada juga dari mereka yang memangsa amfibi, reptil kecil, serangga, burung, dan unggas.

Yang lebih mengejutkan adalah muncul laporan jika kucing emas pernah memangsa binatang yang lebih besar seperti gorila di pegunungan Sikkim India, babi hutan dan rusa sambar di Vietnam Utara, serta anak sapi.

Menurut pernyataan Taman Nasional Semenanjung Malaysia, kucing emas juga memangsa monyet dan kancil.

8. Belum dilindungi di Bhutan

Kucing emas Asia merupakan hewan yang dilindungi menurut CITES (konvensi perdagangan internasional tumbuhan dan satwa liar spesies terancam).

Bahkan perburuan hewan ini sangat dilarang di sejumlah negara seperti Indonesia, Bangladesh, Kamboja, China, India, Semenanjung Malaysia, Myanmar, Nepal, Vietnam, dan Laos sebagaimana dikutip pada cnnindonesia.com.

Sayangnya, di Bhutan belum ada kebijakan hukum yang berlaku untuk melindungi kucing emas ini. (*)

Terkini

Hukrim

+